<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115</id><updated>2011-07-28T12:45:56.269-07:00</updated><category term='Mukadimah'/><category term='Istilah'/><category term='kelainan pd kehamilan'/><category term='Pencegahan Infeksi'/><category term='kesehatan'/><category term='Mikrobiologi'/><category term='diagnosis kehamilan'/><category term='kehamilan'/><category term='Asuhan Persalinan Normal'/><category term='abortus'/><category term='bayi'/><category term='anatomi'/><category term='Sectio Caesarea'/><category term='Obstetri'/><title type='text'>Akademi Bidan</title><subtitle type='html'>Ilmu - Ilmu Kebidanan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-615270484256638101</id><published>2009-08-20T10:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T10:22:54.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diagnosis kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehamilan'/><title type='text'>Kapan Harus Memeriksakan Diri Setelah Tahu Anda Hamil?</title><content type='html'>Kapan harus memeriksakan diri ke dokter setelah tahu anda hamil?—Segera setelah anda mengetahui anda hamil, hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter ahli kandungan, dokter atau bidan. Pengawasan sejak dini yang dilakukan oleh ahli akan membantu untuk memantau adanya kelainan2 pada kehamilan sehingga dapat diatasi secara dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kunjungan anda ke dokter juga memberi kesempatan anda untuk bertanya semua yang anda ingin ketahui atau masih ragu, sehingga dokter dapat memberikan saran-saran atau penjelasan kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan ditanyakan &amp;amp; diperiksa pada kunjungan anda ke dokter pertama kali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter akan menanyakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Riwayat kesehatan anda dan keluarga.&lt;br /&gt;• Riwayat kehamilan sebelumnya (bila sebelumnya pernah hamil)&lt;br /&gt;• Hari pertama haid terakhir (tanggal dan bulan berapa). Penting untuk memperkirakan usia kehamilan dan juga taksiran persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter akan melakukan pemeriksaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengukur tinggi badan, berat badan, mengukur tekanan darah.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan fisik seluruhnya untuk menentukan kesehatan anda, memeriksa pernafasan dan detak jantung anda.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan perut anda.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan panggul.&lt;br /&gt;• Tes darah dan urin. Tes urin dilakukan untuk mendeteksi adanya gula dan protein dalam air seni. Untuk menilai kemungkinana kencing manis (gula dalam urin) dan menilai kemungkinan adanya kelainan fungsi ginjal (protein dalam urin). Tes darah untuk memeriksa adanya anemia (kurang darah), dan mendeteksi adanya sifilis, AIDS, hepatitisB, juga untuk memastikan golongan darah anda.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan USG (ultrasonografi). Pada beberapa dokter hanya melakukan pemeriksaan USG atas indikasi tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda, tanyakan segala hal yang masih tak jelas, sehingga dokter anda dapat memberikan saran dan anjuran. Dokter akan memberikan jadwal kunjungan berikutnya, biasanya pemeriksaan dilakukan setiap 4 minggu pada kehamilan pertama sampai 28 minggu, setelah setiap 2 minggu, dan akhirya setiap minggu saat mendekati persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan rutin pada kehamilan sangat penting untuk memonitor perkembangan kehamilan anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-615270484256638101?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/615270484256638101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/08/kapan-harus-memeriksakan-diri-setelah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/615270484256638101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/615270484256638101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/08/kapan-harus-memeriksakan-diri-setelah.html' title='Kapan Harus Memeriksakan Diri Setelah Tahu Anda Hamil?'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-5849983956894993704</id><published>2009-08-20T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T10:15:54.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diagnosis kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehamilan'/><title type='text'>Apakah Saya Hamil? Pelajari Tanda Kehamilan…</title><content type='html'>Kalau anda ragu-ragu apakah anda sedang hamil ?–&lt;br /&gt;Pada awal kehamilan terdapat tanda dan gejala-gejala dini yang terjadi, — cobalah anda temukan apakah tanda/gejala ini ada pada anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gejala-gejala dini yang terjadi pada kehamilan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Tidak mendapat haid/menstruasi. Hal ini karena dinding rahim dipersiapkan untuk kehamilan. Penting untuk mengetahui hari pertama haid terakhir, yang dapat menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan. Perlu di ingat bahwa tidak mendapat haid selain sebagai tanda awal kehamilan juga dapat disebabkan hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Mual dan muntah. Terjadi karena adanya perubahan hormonal. Di kenal sebagai “morning sickness” karena mual dan muntah sering terjadi pada pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sering kencing/buang air kecil. Terjadi karena kandung kencing tertekan oleh rahim yang membesar. Keluhan biasanya akan berkurang pada kehamilan setelah 12 minggu dan timbul kembali setelah kehamilan 28 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Mengidam. Menginginkan makanan2 tertentu , terjadi pada bulan-bulan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Tanda lainnya, seperti pembesaran payudara kencang, puting membesar, berwarna lebih gelap kadang-kadang terasa gatal dan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap wanita mempunyai gejala yang bervariasi ada yang ringan, berat tapi ada pula yang tidak mempunyai keluhan. Bila gejala-gejala diatas belum terdapat pada anda, maka anda dapat memastikan dengan test lainnya, karena setiap ibu hamil mempunyai keluhan dan gejala yang berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan kehamilan anda, maka anda dapat melakukan tes urin. Alat untuk test urin dapat anda temukan di apotik dan anda dapat melakukan tes ini sendiri dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan dengan test urin adalah mengukur kadar HCG (human chorionic gonadotropin) yaitu hormone yang dihasilkan plasenta dan akan meningkat dalam urin dan darah selama minggu pertama setelah konsepsi.&lt;br /&gt;Dalam menggunakan tes ini perhatikan instruksi yang ada, dan paling akurat dilakukan pada pagi hari, karena hormone ini meningkat jumlahnya pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masih ragu-ragu periksakanlah ke dokter anda. Dokter akan dapat memastikan kehamilan anda dengan USG (ultrasonografi), ditemukan adanya gambaran janin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-5849983956894993704?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/5849983956894993704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/08/apakah-saya-hamil-pelajari-tanda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/5849983956894993704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/5849983956894993704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/08/apakah-saya-hamil-pelajari-tanda.html' title='Apakah Saya Hamil? Pelajari Tanda Kehamilan…'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-7146846103519909900</id><published>2009-07-22T12:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T12:55:43.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bayi'/><title type='text'>Cara Menyusui Bayi Yang Benar</title><content type='html'>Cara Menyendawakan Bayi&lt;br /&gt;1. Bayi digendong, menghadap ke belakang dengan dada bayi diletakkan pada bahu Ibu.&lt;br /&gt;2. Kepala bayi disangga/ditopang dengan tangan Ibu.&lt;br /&gt;3. Usap punggung bayi perlahan-lahan sampai bayi sendawa.&lt;br /&gt;Cara Menetekkan Bayi dengan Benar&lt;br /&gt;1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan&lt;br /&gt;     untuk membantu melakukan hal ini.&lt;br /&gt;2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.&lt;br /&gt;3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.&lt;br /&gt;4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.&lt;br /&gt;5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbsp- Perut bayi menempel keperut ibu.&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbsp- Dagu bayi menempel ke payudara.&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbsp- Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbsp- Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.&lt;br /&gt;6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi.&lt;br /&gt;7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah&lt;br /&gt;     gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.&lt;br /&gt;8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi&lt;br /&gt;Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.&lt;br /&gt;Cara Memeras ASI dengan Tangan&lt;br /&gt;Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu :&lt;br /&gt;1. Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin.&lt;br /&gt;2. Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu.&lt;br /&gt;3. Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan areola (bagian lingkaran hitam berwarna&lt;br /&gt;      gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan areola.&lt;br /&gt;4. Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena&lt;br /&gt;     dapat menghambat aliran air susu.&lt;br /&gt;5. Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan areola antara jari telunjuk dan ibu jari.&lt;br /&gt;6. Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan.&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbspKegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri.&lt;br /&gt;   &amp;amp;nbspPada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan    &amp;amp;nbspmulai menetes keluar.&lt;br /&gt;7. Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari&lt;br /&gt;      seluruh bagian payudara.&lt;br /&gt;8. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.&lt;br /&gt;9. Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian&lt;br /&gt;     lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama. Kemudian ulangi keduanya. Ibu dapat&lt;br /&gt;      menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI&lt;br /&gt;     membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit ASI&lt;br /&gt;     yang diproduksi.&lt;br /&gt;10. Simpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-7146846103519909900?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/7146846103519909900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/cara-menyusui-bayi-yang-benar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7146846103519909900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7146846103519909900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/cara-menyusui-bayi-yang-benar.html' title='Cara Menyusui Bayi Yang Benar'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-7085638100328086856</id><published>2009-07-22T12:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T12:45:14.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Kesehatan Ibu dan Anak</title><content type='html'>Kesehatan Ibu dan Balita Terkait dengan Program KB&lt;br /&gt;Gizi.net - Status kesehatan dan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak di bawah umur lima tahun (balita), erat kaitannya dengan keberhasilan program keluarga berencana (KB). Oleh sebab itu, kedua program tersebut pelaksanaannya terkoordinasi, terpadu dan menjadi bagian dari integral upaya meningkatkan kualitas keluarga, kata Kepala BKKBN Bali, Drs I Gde Putu Abadi di Denpasar, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keterpaduan pelaksanaan kedua program tersebut menghadapi tantangan cukup berat, mengingat angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih cukup tinggi yakni 334 per seribu kelahiran. Meskipun angka kematian ibu melahirkan di Bali relatif kecil, jauh di bawah angka nasional itu, namun tetap perlu mendapat perhatian dari semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kesulitan di bidang ekonomi, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, menyangkut keselamatan para ibu, ujarnya. BKKBN bekerja sama dengan tim Penggerak PKK propinsi Bali, telah melaksanakan pelatihan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para kader pos pelayanan terpadu (posyandu) dalam mempersiapkan pengembangan SDM.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Upaya itu dilakukan sejak dini, sejalan dengan siklus kehidupan mulai dari pra nikah, kehamilan, balita, remaja, hingga membentuk rumah tangga, yang akhirnya menjadi lanjut usia (lansia). Abadi menambahkan, upaya itu sesuai dengan sasaran program KB yakni mewujudkan keluarga berkualitas pada tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya itu dilakukan secara terintegrasi dalam memenuhi kebutuhan akan informasi dan kemudahan memperoleh pelayanan KB yang berkualitas. Dengan demikian diharapkan para ibu dapat melalui proses kehamilan dan persalinan dengan aman serta selamat, baik ibu maupun anak yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan pelatihan bagi kader posyandu atau petugas di lapangan yang berkaitan dengan pelayanan ibu hamil dan balita tahap pertama menjangkau 35 orang, pelaksanaannya dilakukan secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kader diharapkan dapat meneruskan informasi, pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya kepada para ibu yang dilayaninya dalam posyandu, minimal sekali dalam bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-7085638100328086856?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/7085638100328086856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/kesehatan-ibu-dan-anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7085638100328086856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7085638100328086856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/kesehatan-ibu-dan-anak.html' title='Kesehatan Ibu dan Anak'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6524766219929509846</id><published>2009-07-22T12:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T12:41:10.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehamilan'/><title type='text'>Saat Kehamilan</title><content type='html'>Yang terpenting dalam mengatasi situasi darurat adalah keyakinan bahwa kita mampu. Namun, tentu saja sikap percaya diri harus didukung keterampilan melakukan langkah-langkah yang tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hubungi dokter yang selama ini menangani kehamilan, baru kemudian hubungi suami atau keluarga. Jangan lupa, setiap detik begitu berharga demi keselamatan ibu dan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Jangan panik. Kenali gejala-gejala kehamilan yang wajar dan tidak. Kemampuan ini bisa didapat dengan cara banyak mencari informasi ilmiah tentang kehamilan. Contoh, kontraksi yang hanya terjadi sesaat lalu menghilang lantas timbul beberapa jam kemudian merupakan hal wajar dan masuk dalam kondisi fisiologis. Namun, kontraksi yang terus-menerus dengan intensitas yang makin meningkat dan hilang timbul dengan tempo konstan dan bertambah sering kemungkinan besar masuk dalam kondisi patologis. Apalagi jika dibarengi perdarahan, harus lebih waspada.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kumpulblogger.com/minibanner_desc.php?refid=50484"&gt;PERTOLONGAN PERTAMA OLEH DIRI SENDIRI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu penanganan dokter, pertolongan pertama oleh diri sendiri setidaknya dapat memperkecil efek lanjutan dari kejadian yang tidak dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perdarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hindari syok dengan banyak minum air putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *  Stop aktivitas atau pekerjaan saat itu juga. Beristirahatlah dengan mengambil posisi berbaring di tempat yang sejuk dan teduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kontak dokter/rumah sakit/klinik terdekat untuk melaporkan kondisi ibu dan mintalah saran-saran apa yang mesti dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Jika memiliki obat-obatan emergensi untuk perdarahan, segera minum obat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk situasi perdarahan, tidak ada kata lain ibu harus segera mendapat pertolongan dokter. Kondisi ini mengisyaratkan banyak hal. Contoh, perdarahan yang terjadi di trimester pertama bisa merupakan gejala kehamilan di luar kandungan, janin yang berkembang tidak baik, janin tidak terbentuk sempurna atau terjadi kematian mudigah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester kedua atau ketiga, perdarahan bisa disebabkan plasenta previa atau lepasnya plasenta. Perbedaannya terletak pada rasa nyeri. Bila mengalami plasenta previa ibu biasanya tidak merasakan nyeri. Sementara plasenta yang lepas akan ditandai dengan nyeri dan kontraksi terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang terjadi di trimester dua dan tiga ini, amat membutuhkan pertolongan medis dengan segera. Penanganan yang terlambat akan berisiko janin meninggal, ibu meninggal, atau keduanya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih sempurna, setelah berada dalam penanganan medis, ibu menceritakan kronologis kejadian yang menimpa. Hal ini akan sangat membantu dokter dalam melakukan diagnosis dan memutuskan tindakan medis yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kontraksi/perut tegang/perut kencang/mulas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kontraksi hanya timbul sesekali dengan rentang waktu tidak beraturan serta akselerasi kontraksi tidak bertambah, yang perlu dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hentikan aktivitas sesaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Cobalah untuk relaks dengan tiduran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hindari mengelus perut, sebab perut yang sering dipegang atau dielus akan merangsang kontraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Minumlah air putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Perhatikan dan rasakan kontraksi yang terjadi. Jika intensitas dan akselerasi kontraksi cenderung meningkat, rentang waktunya makin teratur dan semakin dekat, minumlah obat antikontraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Obat antikontraksi dapat diganti sementara dengan obat bebas penghilang rasa sakit yang aman untuk ibu hamil seperti parasetamol dan asam mefenamat. Bisa juga dengan obat asma. Sebab obat asma bisa meredakan kontraksi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Bila kontraksi tetap berlangsung bahkan terasa lebih hebat padahal ibu sudah mengonsumsi obat, segera hubungi dokter/rumah sakit/klinik terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Vlek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vlek yang ditandai nyeri perut hebat di trimester pertama bisa merupakan tanda kehamilan di luar kandungan. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Minum obat seperti antiprostaglandin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Tenangkan diri dengan berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hubungi dokter/rumah sakit/klinik terdekat untuk meminta panduan apa yang mesti dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Bila masih memungkinkan, segera pergi ke dokter terdekat atau ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Vlek pada trimester kedua umumnya disebabkan oleh kontraksi. Segera minum obat untuk menghentikan kontraksi lalu beristirahatlah. Jika tidak ada perbaikan, mengunjungi dokter terdekat merupakan tindakan yang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada trimester tiga (terlebih di usia kehamilan tua 38 minggu), vlek bisa menjadi tanda-tanda melahirkan. Berusahalah untuk tidak panik dan tetap relaks. Lalu kunjungi segera dokter/rumah sakit/klinik terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mimisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimisan yang dialami ibu hamil dapat merupakan tanda pembuluh darah hidung yang pecah atau karena penyakit lain, seperti tumor otak, darah tinggi, atau kelainan pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang dapat dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sumbat hidung dengan kain bersih atau bisa juga sambil dikompres dengan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Bila kejadian mimisan ini baru pertama kali, segeralah minta pertolongan dokter THT saat itu juga atau minimal di hari yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kram terjadi karena ibu kekurangan elektrolit. Suhu badan ibu hamil yang cenderung meningkat sehingga sering keringatan merupakan biang keladi terkurasnya elektrolit. Untuk mengatasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Minum banyak cairan. Cairan isotonik akan bermanfaat dalam kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Beristirahatlah dengan posisi kaki lurus dan tidak menjadi tumpuan. Lalu kompreslah dengan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Jika frekuensi terjadinya kram cukup tinggi, ceritakanlah hal ini pada dokter sehingga dokter dapat menganalisis seberapa besar elektrolit yang kurang pada tubuh ibu untuk segera diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kesemutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemutan disebabkan pembuluh darah yang tersumbat karena tubuh berada pada posisi statis dalam jangka waktu yang lama. Penanganannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *  Ganti posisi tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hindari bagian tubuh yang kesemutan terkena beban atau menjadi tumpuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Jika kesemutan terus berulang atau tanpa sebab, pemeriksaan lebih saksama diperlukan untuk mendeteksi apakah ibu hamil mengalami gangguan pembekuan darah (ACA)atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pusing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa pusing yang masih bisa ditahan kemungkinan dikarenakan gangguan hormonal biasa. Kondisi ini dapat diatasi dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Cukup istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Makan dan minum cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Bisa juga minum obat sakit kepala atau obat penghilang rasa sakit yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Rasa pusing yang tidak tertahankan harus segera dikonsultasikan pada dokter untuk kepastian diagnosis dan penanganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mual dan muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab mual-muntah yang paling sering adalah tingginya hormon estrogen karena adanya mag atau penyakit lambung yang diderita ibu hamil. Penanganan pertama yang bisa dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berusaha untuk selalu makan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Hindari makanan yang memicu rasa mual (seperti yang berbau anyir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Ketika rasa mual menyerang, minumlah air hangat, teh, misalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Obat antimual (yang merupakan resep dari dokter) dapat mengatasi gejala yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN HADAPI EMERGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan menangani situasi kritis pun sangat terkait dengan persiapan-persiapan yang telah dilakukan ibu sebelumnya. Untuk itu disarankan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap ibu kontrol kehamilan, pastikan dokter mencatat hasil diagnosis, tak hanya direkam medis yang disimpan di rumah sakit/klinik, tapi juga di buku catatan medis yang biasa ibu bawa pulang. Catatan seperti berat badan, tekanan darah, kondisi ibu, obat-obatan yang diberikan, hingga kasus-kasus yang ibu alami merupakan riwayat kesehatan dan kehamilan yang amat penting. Bawalah buku ini ke mana pun ibu pergi untuk mengantisipasi jika ibu harus mendapat pertolongan medis di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mintalah obat-obatan emergensi pada dokter jika memang perlu. Ibu yang sering bepergian atau yang memiliki keluhan seperti hipertensi atau sering mual berlebih disarankan memilikinya. Obat-obatan emergensi yang dibutuhkan antara lain; obat antimual, obat untuk penghilang kontraksi (seperti antiprostaglandin atau progesteron), obat antihipertensi (nifedipin), dan obat pereda rasa sakit. Jangan lupa untuk meminta petunjuk penggunaannya pada dokter; seperti berapa dosisnya, bagaimana aturan pakainya, dan kapan obat-obatan tersebut perlu diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ke mana pun ibu pergi bawalah nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi untuk kasus gawat darurat. Antara lain, nomor telepon dokter dan RS yang biasa ibu kunjungi dan nomor-nomor dokter atau RS di kota yang dikunjungi. Pencatatan nomor penting tersebut akan memudahkan ibu atau orang lain untuk menghubungi pihak medis yang berkompeten.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6524766219929509846?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6524766219929509846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/saat-kehamilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6524766219929509846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6524766219929509846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/07/saat-kehamilan.html' title='Saat Kehamilan'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6470131393723016530</id><published>2009-03-31T00:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T00:47:15.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abortus'/><title type='text'>Akibat Abortus Provokatus Kriminalis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi medis yang dapat timbul pada ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam melakukan dilatasi dan kerokan harus diingat bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya perforasi dinding uterus, yang dapat menjurus ke rongga peritoneum, ke ligamentum latum, atau ke kandung kencing. Oleh sebab itu, letak uterus harus ditetapkan lebih dahulu dengan seksama pada awal tindakan, dan pada dilatasi serviks tidak boleh digunakan tekanan berlebihan. Kerokan kuret dimasukkan dengan hati-hati, akan tetapi penarikan kuret ke luar dapat dilakukan dengan tekanan yang lebih besar. Bahaya perforasi ialah perdarahan dan peritonitis. Apabila terjadi perforasi atau diduga terjadi peristiwa itu, penderita harus diawasi dengan seksama dengan mengamati keadaan umum, nadi, tekanan darah, kenaikan suhu, turunnya hemoglobin, dan keadaan perut bawah. Jika keadaan meragukan atau ada tanda-tanda bahaya, sebaiknya dilakukan laparatomi percobaan dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila jaringan serviks keras dan dilatasi dipaksakan maka dapat timbul sobekan pada serviks uteri yang perlu dijahit. Apabila terjadi luka pada ostium uteri internum, maka akibat yang segera timbul ialah perdarahan yang memerlukan pemasangan tampon pada serviks dan vagina. Akibat jangka panjang ialah kemungkinan timbulnya incompetent cerviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan kerokan secara sempurna memerlukan pengalaman. Sisa-sisa hasil konsepsi harus dikeluarkan, tetapi jaringan miometrium jangan sampai terkerok, karena hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perlekatan dinding kavum uteri di beberapa tempat. Sebaiknya kerokan dihentikan pada suatu tempat apabila pada suatu tempat tersebut dirasakan bahwa jaringan tidak begitu lembut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerokan pada kehamilan yang sudah agak tua atau pada mola hidatidosa terdapat bahaya perdarahan. Oleh sebab itu, jika perlu hendaknya dilakukan transfusi darah dan sesudah itu, dimasukkan tampon kasa ke dalam uterus dan vagina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila syarat asepsis dan antisepsis tidak diindahkan, maka bahaya infeksi sangat besar. Infeksi kandungan yang terjadi dapat menyebar ke seluruh peredaran darah, sehingga menyebabkan kematian. Bahaya lain yang ditimbulkan abortus kriminalis antara lain infeksi pada saluran telur. Akibatnya, sangat mungkin tidak bisa terjadi kehamilan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu:  apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejala-gejala konvulsi, penghentian kerja jantung, penghentian pernapasan, atau hipofibrinogenemia. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan pada pemberian prostaglandin antara lain panas, rasa enek, muntah, dan diare.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi yang Dapat Timbul Pada Janin&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan tujuan dari abortus itu sendiri yaitu ingin mengakhiri kehamilan, maka nasib janin pada kasus abortus provokatus kriminalis sebagian besar meninggal. Kalaupun bisa hidup, itu berarti tindakan abortus gagal dilakukan dan janin kemungkinan besar mengalami cacat fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara – cara Abortus Provokatus Kriminalis Kekerasan Mekanik :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Latihan olahraga berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Naik kuda berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mendaki gunung, berenang, naik turun tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tekanan / trauma pada abdomen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita cemas akan kehilangan kehamilannya karena olah raga yang berlebih dan mungkin kekerasan yang berpengaruh terhadap janinnya. Aktivitas hiruk pikuk, mengendarai kuda biasanya tidak efektif dan beberapa wanita mencari kekerasan dari suaminya. Meninju dan menendang perut sudah umum dan kematian akibat ruptur organ dalam seperti hati, limpa atau pencernaan, telah banyak dilaporkan. Ironisnya, uterus biasanya masih dalam kondisi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Lokal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memasukkan alat-alat yang dapat menusuk kedalam vagina : pensil, paku, jeruji sepeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Alat merenda, kateter atau alat penyemprot untuk menusuk atau menyemprotkan cairan kedalam uterus untuk melepas kantung amnion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Alat untuk memasang IUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Alat yang dapat dilalui arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Aspirasi jarum suntik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode hisapan sering digunakan pada aborsi yang merupakan cara yang ilegal secara medis walaupun dilakukan oleh tenaga medis. Tabung suntik yang besar dilekatkan pada ujung kateter yang dapat dilakukan penghisapan yang berakibat ruptur dari chorionic sac dan mengakibatkan abortus. Cara ini aman asalkan metode aseptic dijalankan, jika penghisapan tidak lengkap dan masih ada sisa dari hasil konsepsi maka dapat mengakibatkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tujuan dari merobek kantong kehamilan&lt;/span&gt; adalah jika kantong kehamilan sudah rusak maka secara otomatis janin akan dikeluarkan oleh kontraksi uterus. Ini juga dapat mengakibatkan dilatasi saluran cerviks, yang dapat mengakhiri kehamilan.&lt;br /&gt;Semua alat dapat digunakan dari pembuka operasi sampai jari-jari dari ban sepeda. Paramedis yang melakukan abortus suka menggunakan kateter yang kaku. Jika digunakan oleh dokter maupun suster, yang melakukan mempunyai pengetahuan anatomi dan menggunakan alat yang steril maka resikonya semakin kecil.&lt;br /&gt;Akan tetapi orang awam tidak mengetahui hubungan antara uterus dan vagina. Alat sering digunakan dengan cara didorong ke belakang yang orang awam percayai bahwa keadaan cerviks di depan vagina.&lt;br /&gt;Permukaan dari vagina dapat menjadi rusak dan alat mungkin masuk ke usus bahkan hepar. Penetrasi dari bawah atau tengah vagina dapat juga terjadi perforasi. Jika cerviks dimasuki oleh alat, maka cerviks dapat ruptur dan alat mungkin masuk lewat samping. Permukaan luar dapat cedera dengan pengulangan, usaha yang ceroboh yang berusaha mengeluarkan benda yang terlalu tebal ke saluran yang tidak membuka. Jika sukses melewati saluran dari uterus, mungkin langsung didorong ke fundus, yang akan merusak peritoneal cavity. Bahaya dari penggunaan alat adalah pendarahan dan infeksi. Perforasi dari dinding vagina atau uterus dapat menyebabkan pendarahan, yang mungkin diakibatkan dari luar atau dalam. Sepsis dapat terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril atau kuman berasal dari vagina dan kulit. Bahaya yang lebih ringan(termasuk penggunaan jarum suntik) adalah cervical shock. Ini dapat membuat dilatasi cerviks, dalam keadaaan pasien yang tidak dibius, alat mungkin menyebabkan vagal refleks, yang melalui sistem saraf parasimpatis, yang dapat mengakibatkan cardiac arrest. Ini merupakan mekanisme yang berpotensi menimbulkan ketakutan yang dapat terjadi pada orang yang melakukan abortus kriminalis. Kekerasan Kimiawi / Obat-obatan atau Bahan-bahan yang Bekerja Pada Uterus Berbagai macam zat yang digunakan baik secara lokal maupun melalui mulut telah banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan. Beberapa zat mempunyai efek yang baik sedangkan beberapa lainnya berbahaya. Zat yang digunakan secara lokal contohnya fenol dan lysol, merkuri klorida, potassium permagnat, arsenik, formaldehid, dan asam oxalat. Semua mempunyai bahaya sendiri, baik dari korosi lokal maupun efek sistemik jika diserap. Pseudomembran yang nekrotik mungkin berasal dari vagina dan kerusakan cerviks mungkin terjadi. Potasium permangat adalah zat yang muncul selama perang yang terakhir dan berlangsung beberapa tahun, 650 kasus dilaporkan hingga tahun 1959, yang parah hanya beberapa. Ini dapat menyebabkan nekrosis pada vagina jika diserap yang dapat mempunyai efek sistemik yang fatal termasuk kerusakan ginjal. Permanganat dapat menyebabkan pendarahan vagina dari nekrosis, yang mana dapat membahayakan janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus antara lain. : a. Emmenagogum : obat untuk melancarkan haid Cara kerja : Indirect Congesti + engorgement mucosa ? Bleeding ? Kontraksi Uterus ? Foetus dikeluarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direct : Bekerja langsung pada uterus/saraf motorik uterus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal  : Aloe, Cantharides (racun irritant), Caulopylin, Borax, Apiol, Potassium permanganate, Santonin, Senega, Mangan dioksida, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Purgativa/Emetica :obat-obatan yang menimbulkan kontraksi GI tract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Misal :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colocynth : Aloe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Castor oil : Magnesim sulfate, Sodium sulfate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung. Misal : Apiol, Ergot, Ergometrine, Extract secale, Extract pituatary, Pituitrine, Exytocin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraksi uterus yang kuat dan lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Garam dari logam : biasanya sebelum mengganggu kehamilannya sudah membahayakan keselamatan ibu. Dengan tujuan menimbulkan tonik kontraksi pada uterus. Misal : Arsenicum, HgCl, Potassium bichromate, Ferro sulfate, ferri chlorida&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosis kehamilan ditegakkan atas dasar adanya tanda kehamilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tanda kehamilan dibagi menjadi 2 yakni : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tanda pasti&lt;br /&gt;2. Tanda tidak pasti i. Tanda mungkin (probable signs) ii. Tanda dugaan (presumptive signs)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda Pasti Tanda pasti kehamilan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pada inspeksi didapatkan gerakan janin pada minggu ke 16-18.&lt;br /&gt;2. Pada palpasi didapatkan gerakan janin dan teraba bagian-bagian janin pada minggu ke 20.&lt;br /&gt;3. Pada auskultasi didapatkan detak jantung janin pada miggu ke 18-20.&lt;br /&gt;4. Pada pemeriksaan Rontgen didapatkan kerangka fetus pada minggu ke 16.&lt;br /&gt;5. Pada pemeriksaan USG didapatkan gestasional sac pada minggu ke 4.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda mungkin (probable signs) Tanda mungkin kehamilan antara lain : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembesaran perut dan uterus.&lt;br /&gt;2. Perlunakan serviks dan serviks-uterus (Tanda Piscaseck)&lt;br /&gt;3. Kontraksi uterus (Braxton Hicks)&lt;br /&gt;4. Ballotment (palpasi kepala janin)&lt;br /&gt;5. Tes hormon ß-HCG urine, kadar ß-HCG urine maksimal pada minggu 5-18.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda dugaan (Presumptive signs) Tanda dugaan kehamilan antara lain : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amenore&lt;br /&gt;2. Nausea-Vomiting&lt;br /&gt;3. Malaise&lt;br /&gt;4. Polakisuria&lt;br /&gt;5. Hiperpigmentasi kulit&lt;br /&gt;6. Striae gravidarum&lt;br /&gt;7. Kebiruan pada serviks dan vagina (Tanda Chadwick)&lt;br /&gt;8. Payudara : hipertrofi mammae, hiperpigmentasi areola, hipertrofi kelenjar Montgomery, kolostrum (mingggu ke 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan Uterus pada wanita tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada palpasi tidak dapat diraba. Pada kehanilan uterus tumbuh secara teratur, kecuali jika ada gangguan pada kehamilan tersebut. Perkiraan tinggi fundus uteri sesuai usia kehamilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehamilan usia 12 minggu : tepat di atas simfisis (syarat pemeriksaan vesica urinaria dikosongkan dahulu).&lt;br /&gt;2. Kehamilan usia 16 minggu : setengah jarak simfisis ke pusat.&lt;br /&gt;3. Kehamilan usia 20 minggu : tepi bawah pusat.&lt;br /&gt;4. Kehamilan usia 24 minggu : tepi atas pusat.&lt;br /&gt;5. Kehamilan usia 28 minggu : sepertiga jarak pusat ke processus xyphoideus atau 3 jari di atas pusat.&lt;br /&gt;6. Kehamilan usia 32 minggu : setengah jarak pusat ke processus xyphoideus.&lt;br /&gt;7. Kehamilan usia 36 minggu : pada 1 jari bawah processus xyphoideus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6470131393723016530?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6470131393723016530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/akibat-abortus-provokatus-kriminalis_31.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6470131393723016530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6470131393723016530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/akibat-abortus-provokatus-kriminalis_31.html' title='Akibat Abortus Provokatus Kriminalis'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-336291027854830940</id><published>2009-03-31T00:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T00:29:22.762-07:00</updated><title type='text'>Jenis abortus menurut terjadinya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abortus spontanea (abortus yang berlangsung tanpa tindakan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Abortus imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan             sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.&lt;br /&gt;   * Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu          dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.&lt;br /&gt;   * Abortus inkompletus : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20       minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.&lt;br /&gt;   * Abortus kompletus : Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu, atau berat badanbayi belum 1000 gram, walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam abortus provokatus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Syarat-syaratnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi.&lt;br /&gt;  2. Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi).&lt;br /&gt;  3. Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat.&lt;br /&gt;  4. Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga/peralatan yang memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah.&lt;br /&gt;  5. Prosedur tidak dirahasiakan.&lt;br /&gt;  6. Dokumen medik harus lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; * Abortus Provokatus Kriminalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab Abortus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maternal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab dari segi Maternal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab secara umum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   * Infeksi akut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis.&lt;br /&gt;  2. Infeksi bakteri, misalnya streptokokus.&lt;br /&gt;  3. Parasit, misalnya malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    * Infeksi kronis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.&lt;br /&gt;  2. Tuberkulosis paru aktif.&lt;br /&gt;  3. Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll.&lt;br /&gt;  4. Penyakit kronis, misalnya :&lt;br /&gt;        1. hipertensi&lt;br /&gt;        2. nephritis&lt;br /&gt;        3. diabetes&lt;br /&gt;        4. anemia berat&lt;br /&gt;        5. penyakit jantung&lt;br /&gt;        6. toxemia gravidarum&lt;br /&gt;  5. Gangguan fisiologis, misalnya Syok, ketakutan, dll.&lt;br /&gt;  6. Trauma fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   * Penyebab yang bersifat lokal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Fibroid, inkompetensia serviks.&lt;br /&gt;  2. Radang pelvis kronis, endometrtis.&lt;br /&gt;  3. Retroversi kronis.&lt;br /&gt;  4. Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil, sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab dari segi Janin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Kematian janin akibat kelainan bawaan.&lt;br /&gt;   * Mola hidatidosa.&lt;br /&gt;   * Penyakit plasenta dan desidua, misalnya inflamasi dan degenerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alasan untuk melakukan tindakan Abortus Provokatus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abortus Provokatus Medisinalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal (missed abortion).&lt;br /&gt;   * Mola Hidatidosa atau hidramnion akut.&lt;br /&gt;   * Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis.&lt;br /&gt;   * Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara.&lt;br /&gt;   * Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi.&lt;br /&gt;   * Telah berulang kali mengalami operasi caesar.&lt;br /&gt;   * Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung, hipertensi, nephritis, tuberkulosis paru aktif, toksemia gravidarum yang berat.&lt;br /&gt;   * Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler, hipertiroid, dan lain-lain.&lt;br /&gt;   * Epilepsi, sklerosis yang luas dan berat.&lt;br /&gt;   * Hiperemesis gravidarum yang berat, dan chorea gravidarum.&lt;br /&gt;   * Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Pada kasus seperti ini, sebelum melakukan tindakan abortus harus dikonsultasikan dengan psikiater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abortus provokatus kriminalis sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Alasan kesehatan, di mana ibu tidak cukup sehat untuk hamil.&lt;br /&gt;   * Alasan psikososial, di mana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau untuk punya anak lagi.&lt;br /&gt;   * Kehamilan di luar nikah.&lt;br /&gt;   * Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah beban ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;   * Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan, janin cacat.&lt;br /&gt;   * Kehamilan yang terjadi akibat perkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).&lt;br /&gt;   * Selain itu tidak bisa dilupakan juga bahwa kegagalan kontrasepsi juga termasuk tindakan kehamilan yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaku Abortus Provokatus Kriminalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaku Abortus Provokatus Kriminalis biasanya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Wanita bersangkutan.&lt;br /&gt;   * Dokter atau tenaga medis lain (demi keuntungan atau demi rasa simpati).&lt;br /&gt;   * Orang lain yang bukan tenaga medis (misalnya dukun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-336291027854830940?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/336291027854830940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/jenis-abortus-menurut-terjadinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/336291027854830940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/336291027854830940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/jenis-abortus-menurut-terjadinya.html' title='Jenis abortus menurut terjadinya'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-1006116255222108880</id><published>2009-03-10T01:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:57:01.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencegahan Infeksi'/><title type='text'>CUCI TANGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cuci tangan harus dilakukan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Segera setelah tiba di tempat kerja.&lt;br /&gt;- Sebelum dan sesudah kontak fisik langsungg dengan ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;- Sebelum memakai sarung tangan disinfeksi  tingkat tinggi (DTT) atau steril.&lt;br /&gt;- Setelah melepaskan sarung tangan (sarung  tangan yang berlubang atau robek&lt;br /&gt;   dapat berkontaminasi dengan tangan).&lt;br /&gt;- Setelah menyentuh benda yang mungkin terkkontaminasi oleh darah atau cairan&lt;br /&gt;   tubuh lainnya atau setelah menyentuh selaput lendir (mukosa), misalnya mata,&lt;br /&gt;   hidung, mulut, dan vagina meskipun saat itu sedang menggunakan sarung&lt;br /&gt;   tangan.&lt;br /&gt;- Setelah ke kamar mandi.&lt;br /&gt;- Sebelum pulang kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk mencuci tangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Lepaskan perhiasan di tangan dan pergelanngan tangan.&lt;br /&gt;- Basahi tangan dengan air bersih yang menggalir.&lt;br /&gt;- Gosok kedua tangan dengan kuat, gunakan ssabun biasa atau sabun cair yang&lt;br /&gt;   mengandung anti mikroba selama 15-30 detik (pastikan menggosok sela-sela&lt;br /&gt;   jari). Tangan yang terlihat kotor harus dicuci lebih lama.&lt;br /&gt;- Bilas tangan dengan air bersih yang mengaalir.&lt;br /&gt;- Biarkan tangan kering dengan cara dianginn-anginkan atau keringkan dengan&lt;br /&gt;   kertas tisu atau handuk pribadi yang bersih dan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman saat mencuci tangan mengingat mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lembab atau air yang tidak mengalir :&lt;br /&gt;1. Bila menggunakan sabun padat (misalkan sabun batangan), gunakan dalam&lt;br /&gt;    potongan-potongan kecil dan tempatkan sabun dalam wadah yang berlubang-&lt;br /&gt;    lubang untuk mencegah air menggenangi sabun tersebut.&lt;br /&gt;2. Jangan mencuci tangan dengan cara mencelupkan tangan ke dalam wadah berisi&lt;br /&gt;    air meskipun air tersebut sudah ditambahkan larutan antiseptik. Mikroorganisme&lt;br /&gt;    dapat bertahan hidup dan berkembang biak dalam larutan tersebut.&lt;br /&gt;3. Bila tidak tersedia air mengalir :&lt;br /&gt;    - Gunakan ember tertutup dengan keran air yang bisa ditutup saat mencuci&lt;br /&gt;       tangan dan dibuka kembali saat membilas tangan.&lt;br /&gt;    - Gunakan botol yang sudah dilubangi agar air bisa mengalir.&lt;br /&gt;    - Minta orang lain menyiramkan air ke tangan, atau&lt;br /&gt;    - Gunakan pencuci tangan yang mengandung anti mikroba berbahan dasar&lt;br /&gt;       alkohol. Campurkan 100 ml 60-90 % alkohol dengan 2 ml gliserin. Gunakan&lt;br /&gt;       kurang lebih 2 ml dan gosok kedua tangan hingga kering, ulangi 3 kali.&lt;br /&gt;4. Keringkan tangan dengan handuk bersih dan kering. Jangan menggunakan&lt;br /&gt;    handuk yang juga digunakan orang lain. Handuk basah / lembab merupakan&lt;br /&gt;    tempat yang baik buat mikroorganisme berkembang biak.&lt;br /&gt;5. Bila tidak ada saluran air untuk membuang air yang sudah digunakan,&lt;br /&gt;    kumpulkan air di baskom lalu buang ke saluran limbah atau jamban di kamar&lt;br /&gt;    mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila persalinan dan kelahiran bayi terjadi di rumah maka pastikan bahwa teman dan anggota keluarga mencuci tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal &amp;amp; Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-1006116255222108880?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/1006116255222108880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/cuci-tangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1006116255222108880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1006116255222108880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/cuci-tangan.html' title='CUCI TANGAN'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-4320138440314066826</id><published>2009-03-10T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T02:10:45.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pencegahan Infeksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Persalinan Normal'/><title type='text'>A  Pencegahan Infeksi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tindakan-tindakan pencegahan infeksi dalam pelayanan asuhan kesehatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Meminimalkan infeksi yang disebabkan mikroorganisme (bakteri, virus, jamur).&lt;br /&gt;2. Menurunkan resiko penularan penyakit yang mengancam jiwa (hepatitis dan&lt;br /&gt; HIV/AIDS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penolong persalinan dapat terpapar hepatitis dan HIV di tempat kerjanya melalui :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Percikan darah atau cairan tubuh pada mata, hidung, mulut atau melalui&lt;br /&gt; diskontinuitas permukaan kulit (luka atau lecet kecil).&lt;br /&gt;2. Luka tusuk akibat jarum yang terkontaminasi atau peralatan tajam lainnya, baik&lt;br /&gt; saat prosedur dilakukan atau saat memproses peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Defenisi tindakan-tindakan dalam pencegahan infeksi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Asepsis atau teknik aseptik&lt;br /&gt; Asepsis atau teknik aseptik adalah semua usaha yang dilakukan dalam&lt;br /&gt; mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang mungkin akan&lt;br /&gt; menyebabkan infeksi. Caranya adalah menghilangkan dan/atau menurunkan&lt;br /&gt; jumlah mikroorganisme pada kulit, jaringan dan benda-benda mati hingga&lt;br /&gt; tingkat aman.&lt;br /&gt;2. Antisepsis&lt;br /&gt; Antisepsis adalah usaha mencegah infeksi dengan cara membunuh atau&lt;br /&gt; menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh&lt;br /&gt; lainnya.&lt;br /&gt;3. Dekontaminasi&lt;br /&gt; Dekontaminasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa&lt;br /&gt; petugas kesehatan dapat menangani secara aman benda-benda (peralatan&lt;br /&gt; medis, sarung tangan, meja pemeriksaan) yang terkontaminasi darah dan cairan&lt;br /&gt; tubuh. Cara memastikannya adalah segera melakukan dekontaminasi terhadap&lt;br /&gt; benda-benda tersebut setelah terpapar/terkontaminasi darah atau cairan tubuh.&lt;br /&gt;4. Mencuci dan membilas&lt;br /&gt; Mencuci dan membilas adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk&lt;br /&gt; menghilangkan semua darah, cairan tubuh atau benda asing (debu, kotoran)&lt;br /&gt; dari kulit atau instrumen.&lt;br /&gt;5. Disinfeksi&lt;br /&gt; Disinfeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua&lt;br /&gt; mikroorganisme penyebab penyakit pada benda-benda mati atau instrumen.&lt;br /&gt;6. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT)&lt;br /&gt; Disinfeksi tingkat tinggi (DTT) adalah tindakan yang dilakukan untuk&lt;br /&gt; menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri, dengan cara&lt;br /&gt; merebus atau cara kimiawi.&lt;br /&gt;7. Sterilisasi&lt;br /&gt; Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua&lt;br /&gt; mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit), termasuk endospora bakteri&lt;br /&gt; pada benda-benda mati atau instrumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip-prinsip pencegahan infeksi yang efektif berdasarkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap orang (ibu, bayi baru lahir, penolong persalinan) harus dianggap dapat&lt;br /&gt; menularkan penyakit karena infeksi yang terjadi bersifat asimptomatik (tanpa&lt;br /&gt; gejala).&lt;br /&gt;2. Setiap orang harus dianggap beresiko terkena infeksi.&lt;br /&gt;3. Permukaan tempat pemeriksaan, peralatan dan benda-benda lain yang akan dan&lt;br /&gt; telah bersentuhan dengan kulit tak utuh, selaput mukosa, atau darah harus&lt;br /&gt; dianggap terkontaminasi sehingga setelah selesai digunakan harus dilakukan&lt;br /&gt; proses pencegahan infeksi secara benar.&lt;br /&gt;4. Jika tidak diketahui apakah permukaan, peralatan atau benda lainnya telah&lt;br /&gt; diproses dengan benar, harus dianggap telah terkontaminasi.&lt;br /&gt;5. Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total tetapi dapat dikurangi hingga&lt;br /&gt; sekecil mungkin dengan menerapkan tindakan-tindakan pencegahan infeksi&lt;br /&gt; yang benar dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tindakan-tindakan pencegahan infeksi meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Cuci tangan&lt;br /&gt;2. Memakai sarung tangan&lt;br /&gt;3. Memakai perlengkapan pelindung&lt;br /&gt;4. Menggunakan asepsis atau teknik aseptik&lt;br /&gt;5. Memproses alat bekas pakai&lt;br /&gt;6. Menangani peralatan tajam dengan aman&lt;br /&gt;7. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara&lt;br /&gt; benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persalinan dan kelahiran bayi bisa terjadi di luar institusi, baik di rumah, klinik bersalin swasta, polindes, atau puskesmas. Jika proses ini berlangsung di rumah, hati-hati agar benda-benda yang terkontaminasi tidak menyentuh daerah yang telah dibersihkan dan disiapkan untuk suatu prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal &amp;amp; Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-4320138440314066826?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/4320138440314066826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pencegahan-infeksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/4320138440314066826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/4320138440314066826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pencegahan-infeksi.html' title='A  Pencegahan Infeksi'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-8220148334759929174</id><published>2009-03-10T01:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:42:38.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Persalinan Normal'/><title type='text'>MEMBUAT KEPUTUSAN KLINIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada 5 dasar asuhan persalinan yang bersih dan aman, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A. Membuat keputusan klinik&lt;br /&gt;B. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi&lt;br /&gt;C. Pencegahan infeksi&lt;br /&gt;D. Pencatatan (rekam medis)&lt;br /&gt;E. Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Membuat Keputusan Klinik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat keputusan klinik adalah proses pemecahan masalah yang akan digunakan untuk merencanakan arahan bagi ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada 4 langkah proses pengambilan keputusan klinik, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pengumpulan data&lt;br /&gt;    a. Data subjektif&lt;br /&gt;    b. Data objektif&lt;br /&gt;2. Diagnosis&lt;br /&gt;3. Penatalaksanaan asuhan atau perawatan&lt;br /&gt;    a. Membuat rencana&lt;br /&gt;    b. Melaksanakan rencana&lt;br /&gt;4. Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengumpulan Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolong persalinan mengumpulkan data subjektif dan data objektif dari klien. Data subjektif adalah informasi yang diceritakan ibu tentang apa yang dirasakan, apa yang sedang dialami dan apa yang telah dialami, termasuk informasi tambahan dari anggota keluarga tentang status ibu. Data objektif adalah informasi yang dikumpulkan berdasarkan pemeriksaan / pengantar terhadap ibu atau bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara mengumpulkan data, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan&lt;br /&gt;    riwayat perjalanan penyakit.&lt;br /&gt;2. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit, nyaman atau&lt;br /&gt;    terganggu (kesakitan).&lt;br /&gt;3. Melakukan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;4. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu, misalnya pemeriksaan&lt;br /&gt;    laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Diagnosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;____________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat diagnosa secara tepat dan cepat setelah data dikumpulkan dan dianalisa. Pencarian dan pengumpulan data untuk diagnosis merupakan proses sirkuler (melingkar) yang berlangsung secara terus-menerus bukan proses linier (berada pada satu garis lurus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis terdiri atas diagnosis kerja dan diagnosis defenitif. Diagnosis kerja diuji dan dipertegas atau dikaji ulang berdasarkan pengamatan dan temuan yang diperoleh secara terus-menerus. Setelah dihasilkan diagnosis defenitif barulah bidan dapat merencanakan penataksanaan kasus secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk membuat diagnosa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan bahwa data-data yang ada dapat mendukung diagnosa.&lt;br /&gt;2. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis&lt;br /&gt;    defenitif dibuat.&lt;br /&gt;3. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penatalaksanaan Asuhan atau Perawatan&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana penatalaksanaan asuhan dan perawatan disusun setelah data terkumpul dan diagnosis defenitif ditegakkan. Setelah membuat rencana asuhan, laksanakan rencana tersebut tepat waktu dan mengacu pada keselamatan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pilihan intervensi efektif dipengaruhi oleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bukti-bukti klinik&lt;br /&gt;2. Keinginan dan kepercayaan ibu&lt;br /&gt;3. Tempat dan waktu asuhan&lt;br /&gt;4. Perlengkapan, bahan dan obat-obatan yang tersedia&lt;br /&gt;5. Biaya yang diperlukan&lt;br /&gt;6. Tingkat keterampilan dan pengalaman penolong persalinan&lt;br /&gt;7. Akses , transportasi, dan jarak ke tempat rujukan&lt;br /&gt;8. Sistem dan sumber daya yang mendukung ibu (suami, anggota keluarga,&lt;br /&gt;    sahabat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Evaluasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;___________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan yang telah dikerjakan harus dievaluasi untuk menilai tingkat efektivitasnya. Tentukan apakah perlu dikaji ulang atau diteruskan sesuai dengan kebutuhan saat itu atau kemajuan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi proses pengumpulan data, membuat diagnosa, penatalaksanaan intervensi atau tindakan dan evaluasi merupakan proses sirkuler (melingkar) yang saling berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal &amp;amp; Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-8220148334759929174?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/8220148334759929174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/membuat-keputusan-klinik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/8220148334759929174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/8220148334759929174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/membuat-keputusan-klinik.html' title='MEMBUAT KEPUTUSAN KLINIK'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-3270355053930138212</id><published>2009-03-10T01:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:36:16.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asuhan Persalinan Normal'/><title type='text'>PENDAHULUAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, yaitu &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;1. Perdarahan pasca persalinan&lt;br /&gt;2. Eklampsia&lt;br /&gt;3. Sepsis&lt;br /&gt;4. Keguguran&lt;br /&gt;5. Hipotermia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Hipotermia&lt;br /&gt;2. Asfiksia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fokus asuhan kesehatan ibu selama 2 dasawarsa terakhir, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Keluarga berencana&lt;br /&gt;2. Asuhan antenatal terfokus&lt;br /&gt;3. Asuhan pasca keguguran&lt;br /&gt;4. Persalinan yang bersih dan aman serta pencegahan komplikasi&lt;br /&gt;5. Penatalaksanaan komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asuhan antenatal terfokus bertujuan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan kelahiran&lt;br /&gt;2. Mengetahui tanda-tanda bahaya&lt;br /&gt;3. Memastikan kesiapan menghadapi komplikasi kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus utama asuhan persalinan normal telah mengalami pergeseran paradigma. Dulu fokus utamanya adalah menunggu dan menangani komplikasi namun sekarang fokus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi selama persalinan dan setelah bayi lahir sehingga akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh pergeseran paradigma asuhan persalinan normal, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mencegah perdarahan pasca persalinan yang disebabkan oleh atoni uteri.&lt;br /&gt;2. Menjadikan laserasi / episiotomi sebagai tindakan tidak rutin.&lt;br /&gt;3. Mencegah terjadinya retensio plasenta.&lt;br /&gt;4. Mencegah partus lama.&lt;br /&gt;5. Mencegah asfiksia bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya preventif terhadap perdarahan pasca persalinan berupa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Manipulasi seminimal mungkin.&lt;br /&gt;2. Penatalaksanaan aktif kala III.&lt;br /&gt;3. Mengamati dan melihat kontraksi uterus pasca persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan retensio plasenta dengan cara mempercepat proses separasi dan melahirkan plasenta dengan memberikan uterotonika segera setelah bayi lahir dan melakukan penegangan tali pusat terkendali. Upaya ini disebut juga penatalaksanaan aktif kala III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya mencegah partus lama berupa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Menggunakan partograf untuk memantau kondisi ibu dan janinnya serta&lt;br /&gt;    kemajuan proses persalinan.&lt;br /&gt;2. Mengharapkan dukungan suami dan kerabat ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upaya mencegah asfiksia bayi baru lahir secara berurutan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Membersihkan mulut dan jalan napas sesaat setelah ekspulsi kepala.&lt;br /&gt;2. Menghisap lendir secara benar.&lt;br /&gt;3. Segera mengeringkan dan menghangatkan tubuh bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tujuan asuhan persalinan normal&lt;/span&gt; yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Praktek-praktek pencegahan yang akan dijelaskan pada asuhan persalinan normal meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mencegah infeksi secara konsisten dan sistematis.&lt;br /&gt;2. Memberikan asuhan rutin dan pemantauan selama persalinan dan setelah bayi&lt;br /&gt;    lahir, termasuk penggunaan partograf.&lt;br /&gt;3. Memberikan asuhan sayang ibu secara rutin selama persalinan, pasca persalinan&lt;br /&gt;    dan nifas.&lt;br /&gt;4. Menyiapkan rujukan ibu bersalin atau bayinya.&lt;br /&gt;5. Menghindari tindakan-tindakan berlebihan atau berbahaya.&lt;br /&gt;6. Penatalaksanaan aktif kala III secara rutin.&lt;br /&gt;7. Mengasuh bayi baru lahir.&lt;br /&gt;8. Memberikan asuhan dan pemantauan ibu dan bayinya.&lt;br /&gt;9. Mengajarkan ibu dan keluarganya untuk mengenali secara dini bahaya yang&lt;br /&gt;    mungkin terjadi selama masa nifas pada ibu dan bayinya.&lt;br /&gt;10. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal &amp;amp; Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-3270355053930138212?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/3270355053930138212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pendahuluan_10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/3270355053930138212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/3270355053930138212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pendahuluan_10.html' title='PENDAHULUAN'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6567205191682912296</id><published>2009-03-10T01:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:31:46.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>PRE EKLAMPSIA RINGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pre eklampsia ringan &lt;/span&gt;adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Desakan darah 140/90 - 160/110 mmHg; kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau&lt;br /&gt;    lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih, tidak dimasukkan&lt;br /&gt;    dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat.&lt;br /&gt;2. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih.&lt;br /&gt;3. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali&lt;br /&gt;    anasarka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Rawat jalan (ambulatoir)&lt;br /&gt;2. Rawat inap (hospitalisasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Di&lt;br /&gt;    Indonesia tirah baring masih diperlukan.&lt;br /&gt;2. Diet reguler : tidak perlu diet khusus.&lt;br /&gt;3. Vitamin pre natal.&lt;br /&gt;4. Tidak perlu restriksi konsumsi garam.&lt;br /&gt;5. Tidak perlu pemberian diuretik, antihipertensi dan sedativum.&lt;br /&gt;6. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi)&lt;br /&gt;    a. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu.&lt;br /&gt;    b. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu.&lt;br /&gt;    c. Hasil tes laboratorium yang abnormal.&lt;br /&gt;    d. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat.&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu&lt;br /&gt;    a. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur.&lt;br /&gt;    b. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen.&lt;br /&gt;    c. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan&lt;br /&gt;        penimbangan dilakukan tiap hari.&lt;br /&gt;    d. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending&lt;br /&gt;        eklampsia :&lt;br /&gt;        - Nyeri kepala frontal atau occipital.&lt;br /&gt;        - Gangguan visus&lt;br /&gt;        - Nyeri kuadran kanan atas perut&lt;br /&gt;        - Nyeri epigastrium&lt;br /&gt;3. Pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;    a. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya.&lt;br /&gt;    b. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu.&lt;br /&gt;    c. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu.&lt;br /&gt;    d. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum, asam urat dan BUN.&lt;br /&gt;    e. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap).&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan kesejahteraan janin&lt;br /&gt;    a. Pengamatan gerakan janin setiap hari&lt;br /&gt;    b. NST 2 kali seminggu&lt;br /&gt;    c. Profil biofisik janin, bila NST non reaktif.&lt;br /&gt;    d. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu.&lt;br /&gt;    e. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis, arteri uterina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terapi medikamentosa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar.&lt;br /&gt;2. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur&lt;br /&gt;    kehamilan 37 minggu atau lebih, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari&lt;br /&gt;    lalu boleh dipulangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengelolaan obstetrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tergantung umur kehamilan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Bila penderita tidak inpartu&lt;br /&gt;    - Umur kehamilan kurang 37 minggu&lt;br /&gt;       Bila tanda dan gejala tidak memburuk, kehamilan dapat dipertahankan sampai&lt;br /&gt;       aterm.&lt;br /&gt;    - Umur kehamilan 37 minggu atau lebih&lt;br /&gt;       1. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus.&lt;br /&gt;       2. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan&lt;br /&gt;           dilakukan induksi persalinan.&lt;br /&gt;b. Bila penderita sudah inpartu&lt;br /&gt;    Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bagian penyakit mata&lt;br /&gt;2. Bagian penyakit jantung&lt;br /&gt;3. Bagian lain atas indikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Ed. ke-2. 2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6567205191682912296?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6567205191682912296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pre-eklampsia-ringan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6567205191682912296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6567205191682912296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pre-eklampsia-ringan.html' title='PRE EKLAMPSIA RINGAN'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-2917851755588419939</id><published>2009-03-10T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:30:12.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>SINDROMA HELLP</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sindroma HELLP&lt;/span&gt; adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar dan trombositopenia. (H = Hemolisis; EL = Elevated Liver Enzim; LP = Low Platelets Count)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosis sindroma HELLP :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual, muntah, nyeri kepala, malaise,&lt;br /&gt;    kelemahan. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus).&lt;br /&gt;2. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi, proteinuria, nyeri epigastrium,&lt;br /&gt;    edema, dan kenaikan asam urat.&lt;br /&gt;3. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler :&lt;br /&gt;    a. Kenaikan LDH, AST dan bilirubin indirek.&lt;br /&gt;    b. Penurunan haptoglobin.&lt;br /&gt;    c. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit.&lt;br /&gt;    d. Peningkatan urobilinogen dalam urine.&lt;br /&gt;4. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT, AST, LDH.&lt;br /&gt;5. Trombositopenia : Trombosit 150.000/ml atau kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klasifikasi sindroma HELLP :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Klasifikasi Missisippi&lt;br /&gt;    Kelas I   : Trombosit 50.000/ml atau kurang; serum LDH 600.000 IU/l atau lebih;&lt;br /&gt;                   AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.&lt;br /&gt;    Kelas II  : Trombosit lebih 50.000 sampai 100.000/ml; serum LDH 600.000 IU/l&lt;br /&gt;                   atau lebih; AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.&lt;br /&gt;    Kelas III : Trombosit lebih 100.000 sampai 150.000/ml; serum LDH 600.000 IU/l&lt;br /&gt;                   atau lebih; AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.&lt;br /&gt;2. Klasifikasi Tennesse&lt;br /&gt;    Kelas lengkap       : Trombosit kurang 100.000/ml; LDH 600.000 IU/l atau lebih;&lt;br /&gt;                                 AST 70 IU/l atau lebih.&lt;br /&gt;    Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Trombotik angiopati&lt;br /&gt;2. Kelainan konsumtif fibrinogen, misalnya :&lt;br /&gt;    - Acute fatty liver of pregnancy.&lt;br /&gt;    - Hipovolemia berat / perdarahan berat.&lt;br /&gt;    - Sepsis.&lt;br /&gt;3. Kelainan jaringan ikat : SLE.&lt;br /&gt;4. Penyakit ginjal primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terapi Medikamentosa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia.&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam.&lt;br /&gt;3. Bila trombosit kurang 50.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka&lt;br /&gt;    harus diperiksa :&lt;br /&gt;    - Waktu protombin&lt;br /&gt;    - Waktu tromboplastin parsial&lt;br /&gt;    - Fibrinogen.&lt;br /&gt;4. Pemberian dexamethasone rescue :&lt;br /&gt;    a. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). Jika&lt;br /&gt;        didapatkan :&lt;br /&gt;        - Trombosit kurang 100.000/cc atau&lt;br /&gt;        - Trombosit 100.000-150.000/cc dan dengan eklampsia, hipertensi berat, nyeri&lt;br /&gt;           epigastrium, gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV&lt;br /&gt;           setiap 12 jam.&lt;br /&gt;    b. Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali&lt;br /&gt;        lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali.&lt;br /&gt;    c. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi :&lt;br /&gt;        1. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100.000/ml dan penurunan LDH.&lt;br /&gt;        2. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia - eklampsia.&lt;br /&gt;5. Dapat dipertimbangkan pemberian :&lt;br /&gt;    a. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50.000/cc.&lt;br /&gt;    b. Antioksidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap : Pengelolaan obstetrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Ed. ke-2. 2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-2917851755588419939?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/2917851755588419939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/sindroma-hellp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2917851755588419939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2917851755588419939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/sindroma-hellp.html' title='SINDROMA HELLP'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6393551349393983195</id><published>2009-03-10T01:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:28:45.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>PERDARAHAN ANTEPARTUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perdarahan antepartum &lt;/span&gt;adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Plasenta previa&lt;br /&gt;2. Solusio plasenta&lt;br /&gt;3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri plasenta previa : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Perdarahan tanpa nyeri&lt;br /&gt;2. Perdarahan berulang&lt;br /&gt;3. Warna perdarahan merah segar&lt;br /&gt;4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah&lt;br /&gt;5. Timbulnya perlahan-lahan&lt;br /&gt;6. Waktu terjadinya saat hamil&lt;br /&gt;7. His biasanya tidak ada&lt;br /&gt;8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi&lt;br /&gt;9. Denyut jantung janin ada&lt;br /&gt;10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina&lt;br /&gt;11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul&lt;br /&gt;12. Presentasi mungkin abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri solusio plasenta : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Perdarahan dengan nyeri&lt;br /&gt;2. Perdarahan tidak berulang&lt;br /&gt;3. Warna perdarahan merah coklat&lt;br /&gt;4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah&lt;br /&gt;5. Timbulnya tiba-tiba&lt;br /&gt;6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu&lt;br /&gt;7. His ada&lt;br /&gt;8. Rasa tegang saat palpasi&lt;br /&gt;9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada&lt;br /&gt;10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina&lt;br /&gt;11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul&lt;br /&gt;12. Tidak berhubungan dengan presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Plasenta Previa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.&lt;br /&gt;2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup&lt;br /&gt;    oleh plasenta.&lt;br /&gt;3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir&lt;br /&gt;    pembukaan jalan lahir.&lt;br /&gt;4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir&lt;br /&gt;    pembukaan jalan lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Etiologi plasenta previa belum jelas. (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosis plasenta previa : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu&lt;br /&gt;    dan berlangsung tanpa sebab.&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka&lt;br /&gt;    kepala belum masuk pintu atas panggul.&lt;br /&gt;3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum.&lt;br /&gt;4. USG untuk menentukan letak plasenta.&lt;br /&gt;5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui&lt;br /&gt;    kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat&lt;br /&gt;    menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan&lt;br /&gt;    diatas meja operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan plasenta previa : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Konservatif bila :&lt;br /&gt;    a. Kehamilan kurang 37 minggu.&lt;br /&gt;    b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal).&lt;br /&gt;    c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh&lt;br /&gt;        perjalanan selama 15 menit).&lt;br /&gt;2. Penanganan aktif bila :&lt;br /&gt;    a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan.&lt;br /&gt;    b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;    c. Anak mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan konservatif berupa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Istirahat.&lt;br /&gt;- Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.&lt;br /&gt;- Memberikan antibiotik bila ada indikasii.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan aktif berupa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Persalinan per vaginam.&lt;br /&gt;- Persalinan per abdominal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan :&lt;br /&gt;1. Plasenta previa marginalis&lt;br /&gt;2. Plasenta previa letak rendah&lt;br /&gt;3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang,&lt;br /&gt;    kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya&lt;br /&gt;    sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin&lt;br /&gt;    pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi&lt;br /&gt;    kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indikasi melakukan seksio sesar :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Plasenta previa totalis&lt;br /&gt;- Perdarahan banyak tanpa henti.&lt;br /&gt;- Presentase abnormal.&lt;br /&gt;- Panggul sempit.&lt;br /&gt;- Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang).&lt;br /&gt;- Gawat janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Solusio Plasenta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda&lt;br /&gt;    renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar&lt;br /&gt;    fibrinogen plasma lebih 120 mg%.&lt;br /&gt;2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan,&lt;br /&gt;    gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian&lt;br /&gt;    permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%.&lt;br /&gt;3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin&lt;br /&gt;    mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan solusio plasenta : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi :&lt;br /&gt;1. Pemberian transfusi darah&lt;br /&gt;2. Pemecahan ketuban (amniotomi)&lt;br /&gt;3. Pemberian infus oksitosin&lt;br /&gt;4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seksio sesar dilakukan bila :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam.&lt;br /&gt;2. Perdarahan banyak.&lt;br /&gt;3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm.&lt;br /&gt;4. Panggul sempit.&lt;br /&gt;5. Letak lintang.&lt;br /&gt;6. Pre eklampsia berat.&lt;br /&gt;7. Pelvik score kurang 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vasa Previa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi vasa previa belum jelas. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis vasa previa : (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan vasa previa : (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bergantung pada status janin. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin, tentukan lebih dahulu umur kehamilan, ukuran janin, maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur, dilakukan persalinan pervaginam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Perdarahan&lt;br /&gt;    Antepartum. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. I. Jakarta.&lt;br /&gt;    1991 : 9-13.&lt;br /&gt;2. Gasong MS, Hartono E, Moerniaeni N, Rambulangi J. Penatalaksanaan Perdarahan&lt;br /&gt;    Antepartum. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS, Ujung Pandang, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update : 21 Februari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6393551349393983195?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6393551349393983195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-antepartum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6393551349393983195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6393551349393983195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-antepartum.html' title='PERDARAHAN ANTEPARTUM'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6347240649929224964</id><published>2009-03-10T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:25:15.116-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien, termasuk&lt;br /&gt;   tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan, dan suhu).&lt;br /&gt;- Periksa tanda-tanda syok (pucat, berkerringat banyak, pingsan, tekanan sistolik&lt;br /&gt;   kurang 90 mmHg, nadi lebih 112 kali per menit).&lt;br /&gt;- Jika dicurigai terjadi syok, segera mullai penanganan syok. Jika tidak terlihat tanda-&lt;br /&gt;   tanda syok, tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan&lt;br /&gt;   evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan&lt;br /&gt;   cepat. Jika terjadi syok, sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan&lt;br /&gt;   segera.&lt;br /&gt;- Jika pasien dalam keadaan syok, pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik&lt;br /&gt;   terganggu.&lt;br /&gt;- Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih), berikan larutan garam&lt;br /&gt;   fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia, penyakit&lt;br /&gt;    radang panggul (pelvic inflammatory disease- PID), gejala abortus atau keluhan&lt;br /&gt;    nyeri yang tidak biasa.&lt;br /&gt;    Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik, lakukan pemeriksaan&lt;br /&gt;    bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah&lt;br /&gt;    pecah.&lt;br /&gt;2. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami&lt;br /&gt;    terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih&lt;br /&gt;    tanda berikut : perdarahan, kaku perut, pengeluaran sebagian produk konsepsi,&lt;br /&gt;    serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.&lt;br /&gt;3. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis, kenali dan segera tangani&lt;br /&gt;    komplikasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diagnosis abortus imminens :&lt;br /&gt;    - Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Perdarahan ringan&lt;br /&gt;       membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain&lt;br /&gt;       bersih.&lt;br /&gt;    - Serviks tertutup.&lt;br /&gt;    - Uterus sesuai dengan usia kehamilan.&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak.&lt;br /&gt;2. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu :&lt;br /&gt;    - Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.&lt;br /&gt;    - Serviks tertutup.&lt;br /&gt;    - Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : limbung atau pingsan, nyeri perut bawah, nyeri goyang porsio,&lt;br /&gt;       massa adneksa, dan cairan bebas intra abdomen.&lt;br /&gt;3. Diagnosis abortus komplit :&lt;br /&gt;    - Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.&lt;br /&gt;    - Serviks tertutup atau terbuka.&lt;br /&gt;    - Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah, dan riwayat ekspulsi hasil&lt;br /&gt;       konsepsi.&lt;br /&gt;4. Diagnosis abortus insipiens :&lt;br /&gt;    - Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Perdarahan berat membutuhkan&lt;br /&gt;       waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.&lt;br /&gt;    - Serviks terbuka.&lt;br /&gt;    - Uterus sesuai usia kehamilan.&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah, dan belum terjadi ekspulsi hasil&lt;br /&gt;       konsepsi.&lt;br /&gt;5. Diagnosis abortus inkomplit :&lt;br /&gt;    - Perdarahan sedang hingga masif (banyak).&lt;br /&gt;    - Serviks terbuka.&lt;br /&gt;    - Uterus sesuai usia kehamilan.&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah, dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi.&lt;br /&gt;6. Diagnosis abortus mola :&lt;br /&gt;    - Perdarahan sedang hingga masif (banyak).&lt;br /&gt;    - Serviks terbuka.&lt;br /&gt;    - Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan&lt;br /&gt;    - Gejala / tanda : mual / muntah, kram perut bawah, sindrom mirip pre&lt;br /&gt;       eklampsia, tidak ada janin, dan keluar jaringan seperti anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah, nyeri lepas, uterus terasa lemas, perdarahan berlanjut, lemah, lesu, demam, sekret vagina berbau, sekret &amp;amp; pus dari serviks, dan nyeri goyang serviks. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis. Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen, nyeri lepas, distensi abdomen, abdomen terasa tegang &amp;amp; keras, nyeri bahu, mual-muntah, dan demam. Komplikasinya adalah perlukaan uterus, vagina atau usus. Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis-Jenis Abortus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis-jenis abortus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Abortus spontan&lt;br /&gt;2. Abortus yang disengaja&lt;br /&gt;3. Abortus tidak aman&lt;br /&gt;4. Abortus septik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abortus spontan&lt;/span&gt; adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Tahapan abortus spontan meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut).&lt;br /&gt;2. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi&lt;br /&gt;    abortus inkomplit atau abortus komplit).&lt;br /&gt;3. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan).&lt;br /&gt;4. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abortus yang disengaja&lt;/span&gt; adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abortus tidak aman &lt;/span&gt;adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abortus septik &lt;/span&gt;adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi, periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus, vagina dan usus, lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, obat-obat lokal atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan abortus imminens :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total.&lt;br /&gt;2. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual.&lt;br /&gt;3. Jika perdarahan :&lt;br /&gt;    - Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa, lakukan penilaian jika&lt;br /&gt;       perdarahan terjadi lagi.&lt;br /&gt;    - Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Lakukan&lt;br /&gt;       konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. Perdarahan berlanjut,&lt;br /&gt;       khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan,&lt;br /&gt;       mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola.&lt;br /&gt;4. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya&lt;br /&gt;    salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah&lt;br /&gt;    abortus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan abortus insipiens :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu, lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi&lt;br /&gt;    vakum manual. Jika evaluasi tidak dapat, segera lakukan :&lt;br /&gt;    - Berikan ergometrin 0,2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila&lt;br /&gt;       perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila&lt;br /&gt;       perlu).&lt;br /&gt;    - Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus.&lt;br /&gt;2. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu :&lt;br /&gt;    - Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi.&lt;br /&gt;    - Jika perlu, lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena&lt;br /&gt;       (garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per&lt;br /&gt;       menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi.&lt;br /&gt;3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan abortus inkomplit :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu,&lt;br /&gt;    evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk&lt;br /&gt;    mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Jika perdarahan&lt;br /&gt;    berhenti, beri ergometrin 0,2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per&lt;br /&gt;    oral.&lt;br /&gt;2. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16&lt;br /&gt;    minggu, evaluasi sisa hasil konsepsi dengan :&lt;br /&gt;    - Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. Evakuasi&lt;br /&gt;       dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual&lt;br /&gt;       tidak tersedia.&lt;br /&gt;    - Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrin 0,2 mg&lt;br /&gt;       intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg&lt;br /&gt;       per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu).&lt;br /&gt;3. Jika kehamilan lebih 16 minggu :&lt;br /&gt;    - Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik&lt;br /&gt;       atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi&lt;br /&gt;       ekspulsi hasil konsepsi.&lt;br /&gt;    - Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai&lt;br /&gt;       terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg).&lt;br /&gt;    - Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus.&lt;br /&gt;4. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan abortus komplit :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak perlu evaluasi lagi.&lt;br /&gt;2. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.&lt;br /&gt;3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.&lt;br /&gt;4. Apabila terdapat anemia sedang, berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari&lt;br /&gt;    selama 2 minggu. Jika anemia berat berikan transfusi darah.&lt;br /&gt;5. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemantauan Pasca Abortus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan :&lt;br /&gt;1. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.&lt;br /&gt;2. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode&lt;br /&gt;    kontrasepsi yang paling sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metode kontrasepsi pasca abortus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kondom&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera.&lt;br /&gt;    - Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien.&lt;br /&gt;    - Dapat mencegah penyakit menular seksual.&lt;br /&gt;2. Pil kontrasepsi&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera.&lt;br /&gt;    - Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur.&lt;br /&gt;3. Suntikan&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera.&lt;br /&gt;    - Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi.&lt;br /&gt;4. Implan&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera.&lt;br /&gt;    - Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi&lt;br /&gt;       jangka panjang.&lt;br /&gt;5. Alat kontrasepsi dalam rahim&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali.&lt;br /&gt;    - Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai&lt;br /&gt;       adanya infeksi.&lt;br /&gt;6. Tubektomi&lt;br /&gt;    - Waktu aplikasinya segera.&lt;br /&gt;    - Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas.&lt;br /&gt;    - Jika dicurigai adanya infeksi, tunda prosedur sampai keadaan jelas. Jika&lt;br /&gt;       hemoglobin kurang 7 gram/dl, tunda sampai anemia telah diperbaiki.&lt;br /&gt;    - Sediakan metode alternatif (seperti kondom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa wanita mungkin membutuhkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Jika klien pernah diimunisasi, berikan booster tetanus toksoid 0,5 ml atau jika&lt;br /&gt;    dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi.&lt;br /&gt;2. Jika riwayat imunisasi tidak jelas, berikan serum anti tetanus 1500 unit&lt;br /&gt;    intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0,5 ml setelah 4 minggu.&lt;br /&gt;3. Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual.&lt;br /&gt;4. Penapisan kanker serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehamilan Ektopik Terganggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda dan gejala kehamilan ektopik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler, mual, pembesaran&lt;br /&gt;    payudara, perubahan warna pada vagina &amp;amp; serviks, perlunakan serviks,&lt;br /&gt;    pembesaran uterus, frekuensi buang air kecil meningkat.&lt;br /&gt;2. Nyeri pada abdomen dan pelvis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kolaps dan kelelahan.&lt;br /&gt;2. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih).&lt;br /&gt;3. Hipotensi.&lt;br /&gt;4. Hipovolemia.&lt;br /&gt;5. Abdomen akut dan nyeri pelvis.&lt;br /&gt;6. Distensi abdomen. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan&lt;br /&gt;    petunjuk adanya darah bebas.&lt;br /&gt;7. Nyeri lepas.&lt;br /&gt;8. Pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut &amp;amp; kronik, kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik, abortus imminens dan kista ovarium terpuntir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan awal kehamilan ektopik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. Jangan menunggu darah&lt;br /&gt;    sebelum melakukan pembedahan.&lt;br /&gt;2. Jika tidak ada fasilitas, segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan&lt;br /&gt;    penilaian awal.&lt;br /&gt;3. Pada laparatomi, eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii :&lt;br /&gt;    - Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba&lt;br /&gt;       keduanya dikeluarkan). Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar&lt;br /&gt;       kasus.&lt;br /&gt;    - Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan&lt;br /&gt;       dan tuba dipertahankan). Ini dilakukan dengan mempertimbangkan&lt;br /&gt;       konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan, darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen&lt;br /&gt;    tampak tegang akibat terkumpulnya darah, saat itu memungkinkan untuk&lt;br /&gt;    memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset&lt;br /&gt;    donor.&lt;br /&gt;2. Cara lain, bukalah abdomen :&lt;br /&gt;    - Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan&lt;br /&gt;       kasa untuk memisahkan bekuan darah.&lt;br /&gt;    - Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah&lt;br /&gt;       dengan pisau steril.&lt;br /&gt;    - Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali&lt;br /&gt;       melalui set penyaring dengan cara biasa.&lt;br /&gt;    - Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan, tambahkan sodium&lt;br /&gt;       sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan selanjutnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum membolehkan ibu pulang, lakukan konseling dan nasehat mengenai&lt;br /&gt;    prognosis kesuburannya. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik&lt;br /&gt;    selanjutnya, konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi,&lt;br /&gt;    jika diinginkan, merupakan hal yang penting.&lt;br /&gt;2. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu.&lt;br /&gt;3. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mola Hidatidosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan awal kehamilan mola :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi uterus :&lt;br /&gt;- Jika dibutuhkan dilatasi serviks, gunakkan blok paraservikal.&lt;br /&gt;- Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase&lt;br /&gt;   tajam. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi.&lt;br /&gt;- Jika sumber vakum adalah tabung manual,, siapkan peralatan aspirasi vakum&lt;br /&gt;   manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga&lt;br /&gt;   pengosongan kavum uteri selesai. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk&lt;br /&gt;   cepat dikosongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan selanjutnya kehamilan mola :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin&lt;br /&gt;   anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas.&lt;br /&gt;- Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi&lt;br /&gt;   dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko&lt;br /&gt;   timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. Jika tes&lt;br /&gt;   kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif&lt;br /&gt;   kembali dalam 2 tahun pertama, rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk&lt;br /&gt;   pemantauan dan penanganan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal &amp;amp; Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6347240649929224964?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6347240649929224964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-pada-kehamilan-muda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6347240649929224964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6347240649929224964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-pada-kehamilan-muda.html' title='PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6581545661602374320</id><published>2009-03-10T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:21:16.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>HIPEREMESIS GRAVIDARUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hiperemesis gravidarum&lt;/span&gt; adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi, dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis, pielititis, dan sebagainya.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Etiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jelas.(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klasifikasi(2,3,4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Secara klinis, hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkat I&lt;br /&gt;    Muntah yang terus-menerus, timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman,&lt;br /&gt;    berat-badan menurun, nyeri epigastrium, muntah pertama keluar makanan,&lt;br /&gt;    lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir, cairan empedu dan terakhir&lt;br /&gt;    keluar darah. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah&lt;br /&gt;    sistole menurun. Mata cekung dan lidah kering, turgor kulit berkurang dan urin&lt;br /&gt;    masih normal.&lt;br /&gt;2. Tingkat II&lt;br /&gt;    Gejala lebih berat, segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, haus hebat,&lt;br /&gt;    subfebril, nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit, tekanan darah sistole&lt;br /&gt;    kurang 80 mmHg, apatis, kulit pucat, lidah kotor, kadang ikterus ada, aseton&lt;br /&gt;    ada, bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun.&lt;br /&gt;3. Tingkat III&lt;br /&gt;    Gangguan kesadaran (delirium-koma), muntah berkurang atau berhenti, ikterus,&lt;br /&gt;    sianosis, nistagmus, gangguan jantung, bilirubin ada, dan proteinuria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosis(2,4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan&lt;br /&gt;    dimuntahkan), pekerjaan sehari-hari terganggu, dan haus hebat.&lt;br /&gt;2. Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit, tekanan darah menurun pada&lt;br /&gt;    keadaan berat, subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma).&lt;br /&gt;3. Fisis : dehidrasi, keadaan berat, kulit pucat, ikterus, sianosis, berat badan&lt;br /&gt;    menurun, porsio lunak pada vaginal touche, uterus besar sesuai besarnya&lt;br /&gt;    kehamilan.&lt;br /&gt;4. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit, shift to the left,&lt;br /&gt;    benda keton dan proteinuria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan(2,3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rawat di rumah sakit, batasi pengunjung.&lt;br /&gt;2. Stop per oral 24-48 jam.&lt;br /&gt;3. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1, 40 tetes per menit.&lt;br /&gt;4. Obat&lt;br /&gt;    - Vitamin B1, B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus.&lt;br /&gt;    - Vitamin B12 200 mcg/hr/infus, vit. C 200/hr/infus.&lt;br /&gt;    - Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM&lt;br /&gt;       atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM.&lt;br /&gt;    - Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau&lt;br /&gt;       prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3&lt;br /&gt;       kali 1 per hari per oral.&lt;br /&gt;    - Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari&lt;br /&gt;       per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral.&lt;br /&gt;5. Diet&lt;br /&gt;    a. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. Makanan hanya&lt;br /&gt;        berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama&lt;br /&gt;        makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi&lt;br /&gt;        kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.&lt;br /&gt;    b. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara&lt;br /&gt;        berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman&lt;br /&gt;        tidak diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat&lt;br /&gt;        gizi kecuali vitamin A dan D.&lt;br /&gt;    c. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan.&lt;br /&gt;        Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan.&lt;br /&gt;        Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fairwether. Nausea and Vomity in Pregnancy, Am J Obst. &amp;amp; gynec. 1968. vol. 102;&lt;br /&gt;    135-171.&lt;br /&gt;2. Mannor SM. Hyperemesis Gravidarum. In : Iffty L, Kaminetzky HA eds. Principles&lt;br /&gt;    and Practise of Obstetric and Perinatology. Vol. 12. Toronto : A Wiley Medical&lt;br /&gt;    Publication. 1981. 1155-1164.&lt;br /&gt;3. Greenhill. Obstetrics 12 th. ed. Philadelphia : WB. Saunders Company. 1961. 375-&lt;br /&gt;    377.&lt;br /&gt;4. Belscher NA, Macky. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. ed.&lt;br /&gt;    Sydney : WB. Saunders Company 1986. 305.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6581545661602374320?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6581545661602374320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/hiperemesis-gravidarum.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6581545661602374320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6581545661602374320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/hiperemesis-gravidarum.html' title='HIPEREMESIS GRAVIDARUM'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-742655370801927127</id><published>2009-03-10T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:17:30.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>PRE EKLAMPSIA &amp; EKLAMPSIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pre Eklampsia Ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian (1,2,3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pre eklampsia ringan&lt;/span&gt; adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Patofisiologi (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala Klinis (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih; diastol 15 mmHg atau lebih&lt;br /&gt;  dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau&lt;br /&gt;  sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg; diastol 90 mmHg sampai kurang&lt;br /&gt;  110 mmHg.&lt;br /&gt;2. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara&lt;br /&gt;  kualitatif positif 2 (+2).&lt;br /&gt;3. Edema pada pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan dan Diagnosis (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehamilan lebih 20 minggu.&lt;br /&gt;2. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali&lt;br /&gt;  selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2&lt;br /&gt;  kali setelah istirahat 10 menit).&lt;br /&gt;3. Edema tekan pada tungkai (pretibial), dinding perut, lumbosakral, wajah atau&lt;br /&gt;  tungkai.&lt;br /&gt;4. Proteinuria lebih 0,3 gram/liter/24 jam, kualitatif (++).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;_______________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring).&lt;br /&gt;- Diet : cukup protein, rendah karbohidraat, lemak dan garam.&lt;br /&gt;- Sedativa ringan : tablet phenobarbital  3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral&lt;br /&gt; selama 7 hari.&lt;br /&gt;- Roborantia&lt;br /&gt;- Kunjungan ulang setiap 1 minggu.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin,  hematokrit, trombosit, urine lengkap,&lt;br /&gt; asam urat darah, fungsi hati, fungsi ginjal.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan&lt;br /&gt;  dari gejala-gejala pre eklampsia.&lt;br /&gt;2. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut&lt;br /&gt;  (2 minggu).&lt;br /&gt;3. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat&lt;br /&gt;  - Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre&lt;br /&gt;     eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat.&lt;br /&gt;  - Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu&lt;br /&gt;     dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari&lt;br /&gt;     lagi baru dipulangkan. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat&lt;br /&gt;     jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kehamilan preterm (kurang 37 minggu)&lt;br /&gt;  a. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan, persalinan&lt;br /&gt;      ditunggu sampai aterm.&lt;br /&gt;  b. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama&lt;br /&gt;      perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37&lt;br /&gt;      minggu atau lebih.&lt;br /&gt;2. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih)&lt;br /&gt;  - Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan&lt;br /&gt;     untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan.&lt;br /&gt;3. Cara persalinan&lt;br /&gt;  - Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Bila perlu memperpendek kala II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Pre Eklampsia Berat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pre eklampsia berat&lt;/span&gt; adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah&lt;br /&gt;  pengobatan medisinal.&lt;br /&gt;2. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah&lt;br /&gt;  pengobatan medisinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan Aktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;----------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST &amp;amp; USG).(3,4,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indikasi (salah satu atau lebih)&lt;br /&gt;  a. Ibu&lt;br /&gt;      - Usia kehamilan 37 minggu atau lebih&lt;br /&gt;      - Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia, kegagalan terapi&lt;br /&gt;         konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan&lt;br /&gt;         desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal, ada gejala-gejala&lt;br /&gt;         status quo (tidak ada perbaikan).&lt;br /&gt;  b. Janin&lt;br /&gt;      - Hasil fetal assesment jelek (NST &amp;amp; USG)&lt;br /&gt;      - Adanya tanda IUGR&lt;br /&gt;  c. Laboratorium&lt;br /&gt;      - Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar,&lt;br /&gt;         trombositopenia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan Medisinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Segera masuk rumah sakit&lt;br /&gt;2. Tirah baring miring ke satu sisi. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit, refleks&lt;br /&gt;  patella setiap jam.(3)&lt;br /&gt;3. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125&lt;br /&gt;  cc/jam) 500 cc.&lt;br /&gt;4. Antasida&lt;br /&gt;5. Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam.&lt;br /&gt;6. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat&lt;br /&gt;7. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru, payah&lt;br /&gt;  jantung kongestif atau edema anasarka. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im.&lt;br /&gt;  (4)&lt;br /&gt;8. Antihipertensi diberikan bila :&lt;br /&gt;  a. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg, diastolis lebih 110 mmHg atau MAP&lt;br /&gt;      lebih 125 mmHg. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105&lt;br /&gt;      mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta.&lt;br /&gt;      (8,9)&lt;br /&gt;  b. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya.&lt;br /&gt;  c. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya, dapat diberikan obat-&lt;br /&gt;      obat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu), catapres injeksi. Dosis yang&lt;br /&gt;      biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan&lt;br /&gt;      dengan tekanan darah.&lt;br /&gt;  d. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet&lt;br /&gt;      antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam, maksimal 4-5 kali.&lt;br /&gt;      Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai&lt;br /&gt;      diberikan secara oral. (Syakib Bakri, 1997)&lt;br /&gt;9. Kardiotonika&lt;br /&gt;  Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung, diberikan digitalisasi&lt;br /&gt;  cepat dengan cedilanid D.&lt;br /&gt;10. Lain-lain :&lt;br /&gt;   - Konsul bagian penyakit dalam / jantung, mata.&lt;br /&gt;   - Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38,5 derajat celcius dapat&lt;br /&gt;      dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc&lt;br /&gt;      IM.&lt;br /&gt;   - Antibiotik diberikan atas indikasi.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari.&lt;br /&gt;   - Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. Dapat&lt;br /&gt;      diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja, selambat-lambatnya 2 jam&lt;br /&gt;      sebelum janin lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberian Magnesium Sulfat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara pemberian magnesium sulfat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit&lt;br /&gt;  kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Diikuti segera 4 gr&lt;br /&gt;  di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no&lt;br /&gt;  21 panjang 3,7 cm. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2%&lt;br /&gt;  yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM.(6)&lt;br /&gt;2. Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian&lt;br /&gt; dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian&lt;br /&gt; MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari.(3)&lt;br /&gt;3. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4,7)&lt;br /&gt;  - Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%, 1 gram (10% dalam 10&lt;br /&gt;    cc) diberikan intravenous dalam 3 menit.&lt;br /&gt;  - Refleks patella positif kuat&lt;br /&gt;  - Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit.&lt;br /&gt;  - Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0,5 cc/kgBB/jam).&lt;br /&gt;4. MgSO4 dihentikan bila :(7)&lt;br /&gt;  a. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot, hipotensi, refleks fisiologis&lt;br /&gt;     menurun, fungsi jantung terganggu, depresi SSP, kelumpuhan dan selanjutnya&lt;br /&gt;     dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan&lt;br /&gt;     karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter.&lt;br /&gt;     Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. Kadar 12-15 mEq&lt;br /&gt;     terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi&lt;br /&gt;     kematian jantung.(3,7)&lt;br /&gt;  b. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7)&lt;br /&gt;      - Hentikan pemberian magnesium sulfat&lt;br /&gt;      - Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam&lt;br /&gt;        waktu 3 menit.&lt;br /&gt;      - Berikan oksigen.&lt;br /&gt;      - Lakukan pernapasan buatan.&lt;br /&gt;  c. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah&lt;br /&gt;     terjadi perbaikan (normotensif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan Obstetrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;1. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan&lt;br /&gt; dengan fetal heart monitoring.(4)&lt;br /&gt;2. Seksio sesaria bila :&lt;br /&gt;  - Fetal assesment jelek&lt;br /&gt;  - Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya&lt;br /&gt;    kontraindikasi tetesan oksitosin.&lt;br /&gt;  - 12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Pada&lt;br /&gt;    primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria.&lt;br /&gt;    (1,2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;---------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kala I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;1. Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria.&lt;br /&gt;2. Fase aktif :&lt;br /&gt;  - Amniotomi saja&lt;br /&gt;  - Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka&lt;br /&gt;    dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kala II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. Pada kehamilan 32 minggu atau kurang; bila keadaan memungkinkan, terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan Konservatif (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda&lt;br /&gt; inpending eklampsia dengan keadaan janin baik.&lt;br /&gt;2. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan&lt;br /&gt; aktif. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous, cukup&lt;br /&gt; intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong&lt;br /&gt; kanan.&lt;br /&gt;3. Pengobatan obstetri :&lt;br /&gt;  a. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti&lt;br /&gt;     perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi.&lt;br /&gt;  b. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia&lt;br /&gt;     ringan, selambat-lambatnya dalam 24 jam.&lt;br /&gt;  c. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal&lt;br /&gt;     gagal dan harus diterminasi.&lt;br /&gt;  d. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu&lt;br /&gt;     MgSO4 20% 2 gram intravenous.&lt;br /&gt;4. Penderita dipulangkan bila :&lt;br /&gt;  a. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan&lt;br /&gt;     telah dirawat selama 3 hari.&lt;br /&gt;  b. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan :&lt;br /&gt;     penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan&lt;br /&gt;     (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Eklampsia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;__________&lt;/span&gt;__&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Patofisiologi (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati, ginjal, otak, paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organ-organ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala Klinis (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas&lt;br /&gt;- Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi,  edema dan proteinuria)&lt;br /&gt;- Kejang-kejang dan/atau koma&lt;br /&gt;- Kadang-kadang disertai gangguan fungsi  organ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan dan diagnosis (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Berdasarkan gejala klinis di atas&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan laboratorium&lt;br /&gt;  - Adanya protein dalam urin&lt;br /&gt;  - Fungsi organ hepar, ginjal, dan jantung&lt;br /&gt;  - Fungsi hematologi / hemostasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tujuan pengobatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk menghentikan dan mencegah kejang.&lt;br /&gt;2. Mencegah dan mengatasi penyulit, khususnya hipertensi krisis&lt;br /&gt;3. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin&lt;br /&gt;4. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan Medisinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan bersama &lt;/span&gt;: konsul bagian saraf, penyakit dalam / jantung, mata, anestesi dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan pada serangan kejang &lt;/span&gt;: di kamar isolasi yang cukup terang / ICU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengobatan Obstetrik (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa&lt;br /&gt;  memandang umur kehamilan dan keadaan janin.&lt;br /&gt;2. Bilamana diakhiri, sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi&lt;br /&gt;  (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. Stabilisasi ibu dicapai dalam 4-&lt;br /&gt;  8 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah :&lt;br /&gt;  - Setelah pemberian obat anti kejang terakhir.&lt;br /&gt;  - Setelah kejang terakhir&lt;br /&gt;  - Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir&lt;br /&gt;  - Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terminasi Kehamilan (4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila pada pemeriksaan, syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per&lt;br /&gt;  vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal.&lt;br /&gt;2. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif, langsung dilakukan amniotomi&lt;br /&gt;  lalu diikuti partograf. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar.&lt;br /&gt;3. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan :&lt;br /&gt;  - Penderita belum inpartu&lt;br /&gt;  - Fase laten&lt;br /&gt;  - Gawat janin&lt;br /&gt; Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau&lt;br /&gt; kondisi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salgas Gestosis POGI. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di&lt;br /&gt;  Indonesia. Ed. 1985.&lt;br /&gt;2. POGI. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. 1. Cet. ke-2.&lt;br /&gt;  Jakarta : Gaya baru. 1994. 1-8.&lt;br /&gt;3. Fields DH. Gestationally Induced Hypertention. In : Barber HRK, Fields DH,&lt;br /&gt;  Kaufman SA, eds. Quick Deference to Obgyn Procedure. Philadelphia : AB&lt;br /&gt;  Lippincoti Company. 1990 : 166-173.&lt;br /&gt;4. Abadi A, Sukaputra B. Waspodo D, Djuarsa E, Gumilar E, Uktolsea F, dkk.&lt;br /&gt;  Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. Soetomo, 1994. Laboratorium / UPF&lt;br /&gt;  Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas&lt;br /&gt;  Airlangga, Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya.&lt;br /&gt;5. Handaya. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. Dibacakan pada seminar&lt;br /&gt;  dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Bagian Obstetri&lt;br /&gt;  dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Januari 1993.&lt;br /&gt;6. Bhalla AK, Dhall 61, Dhall K. A Safer and More Effective Treatment Regimen for&lt;br /&gt;  Eclampsia. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34; z : 144-148.&lt;br /&gt;7. Sombolinggi A. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium&lt;br /&gt;  Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang.&lt;br /&gt;  Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas&lt;br /&gt;  Hasanuddin Ujung Pandang. 1992.&lt;br /&gt;8. Bakri S. Hipertensi pada Wanita Hamil. Dibacakan pada Simposium Penanganan&lt;br /&gt;  Pre Eklampsia dan Eklampsia, Ujung Pandang, Desember 1996.&lt;br /&gt;9. Gant NF, Cunningham FG. Basic Gynecology and Obstetrics. Connecticut Appleton&lt;br /&gt;  and Lange, 1993. 426-431.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-742655370801927127?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/742655370801927127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pre-eklampsia-eklampsia-oleh-dr-ong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/742655370801927127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/742655370801927127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pre-eklampsia-eklampsia-oleh-dr-ong.html' title='PRE EKLAMPSIA &amp; EKLAMPSIA'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-1345004273011419570</id><published>2009-03-10T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T01:18:21.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelainan pd kehamilan'/><title type='text'>MOLA HIDATIDOSA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mola hidatidosa &lt;/span&gt;adalah penyakit yang berasal dari kelainan pertumbuhan trofoblas plasenta atau calon plasenta dan disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. (1,2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori terjadinya penyakit trofoblas ada 2, yaitu teori missed abortion dan teori neoplasma dari Park.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori missed abortion menyatakan bahwa mudigah mati pada kehamilan 3-5 minggu (missed abortion) karena itu terjadi gangguan peredarah darah sehingga terjadi penimbunan cairan dalam jaringan mesenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembung-gelembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori neoplasma dari Park menyatakan bahwa yang abnormal adalah sel-sel trofoblas dan juga fungsinya dimana terjadi resorbsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehingga timbul gelembung. Hal ini menyebabkan gangguan peredaran darah dan kematian mudigah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala Klinik (1,2,3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala klinik pasien mola hidatidosa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Adanya tanda-tanda kehamilan disertai pperdarahan. Perdarahan ini bisa&lt;br /&gt; intermitten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok&lt;br /&gt; atau kematian. Karena perdarahan ini maka umumnya penderita mola hidatidosa&lt;br /&gt; masuk rumah sakit dalam keadaan anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hiperemesis gravidarum.&lt;br /&gt;- Tanda-tanda pre eklampsia pada trimesteer I.&lt;br /&gt;- Tanda-tanda tirotoksikosis.&lt;br /&gt;- Kista lutein unilateral / bilateral.&lt;br /&gt;- Umumnya uterus lebih besar dari usia keehamilan.&lt;br /&gt;- Tidak dirasakan adanya tanda-tanda geraakan janin, balotemen negatif kecuali pada mola parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan Penunjang (1,2,3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan penunjang mola hidatidosa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Foto toraks&lt;br /&gt;- HCG urin atau serum&lt;br /&gt;- USG&lt;br /&gt;- Uji sonde menurut Hanifa. Tandanya yaittu sonde yang dimasukkan tanpa tahanan&lt;br /&gt; dan dapat diputar 360 derajat dengan deviasi sonde kurang dari 10 derajat.&lt;br /&gt;- T3 &amp;amp; T4 bila ada gejala tirotoksikosis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terapi mola hidatidosa ada 3 tahapan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Perbaikan keadaan umum (4,5)&lt;br /&gt;2. Pengeluaran jaringan mola dengan cara kuretase dan histerektomi&lt;br /&gt;3. Pemeriksaan tindak lanjut (1,3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbaikan Keadaan Umum (4,5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbaikan keadaan umum pada pasien mola hidatidosa, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Koreksi dehidrasi&lt;br /&gt;- Transfusi darah bila ada anemia (Hb 8 ggr% atau kurang)&lt;br /&gt;- Bila ada gejala pre eklampsia dan hiperremesis gravidarum, diobati sesuai dengan&lt;br /&gt; protokol penanganan di bagian obstetri &amp;amp; ginekologi fakultas kedokteran UNHAS&lt;br /&gt;- Bila ada gejala-gejala tirotoksikosis,  dikonsul ke bagian penyakit dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuretase (3,5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuretase pada pasien mola hidatidosa : (3,5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Dilakukan setelah pemeriksaan persiapann selesai (pemeriksaan darah rutin, kadar&lt;br /&gt;    beta HCG dan foto toraks) kecuali bila jaringan mola sudah keluar spontan.&lt;br /&gt;- Bila kanalis servikalis belum terbuka mmaka dilakukan pemasangan laminaria dan&lt;br /&gt;  kuretase dilakukan 24 jam kemudian.&lt;br /&gt;- Sebelum melakukan kuretase, sediakan daarah 500 cc dan pasang infus dengan&lt;br /&gt;    tetesan oksitosin 10 IU dalam 500 cc dektrose 5%.&lt;br /&gt;- Kuretase dilakukan 2 kali dengan intervval minimal 1 minggu.&lt;br /&gt;- Seluruh jaringan hasil kerokan dikirim  ke laboratorium PA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Histerektomi (1,2,6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat melakukan histerektomi adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- umur ibu 35 tahun atau lebih.&lt;br /&gt;- Sudah memiliki anak hidup 3 orang atau  lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan Tindak Lanjut (1,3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan tindak lanjut pada pasien mola hidatidosa meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Lama pengawasan 1-2 tahun.&lt;br /&gt;- Selama pengawasan, pasien dianjurkan unntuk memakai kontrasepsi kondom, pil&lt;br /&gt;    kombinasi atau diafragma. Pemeriksaan fisik dilakukan setiap kali pasien datang&lt;br /&gt;  untuk kontrol.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan kadar beta HCG dilakukan seetiap minggu sampai ditemukan&lt;br /&gt;    kadarnya yang normal 3 kali berturut-turut.&lt;br /&gt;- Setelah itu pemeriksaan dilanjutkan settiap bulan sampai ditemukan kadarnya&lt;br /&gt;    yang normal 6 kali berturut-turut.&lt;br /&gt;- Bila telah terjadi remisi spontan (kadaar beta HCG, pemeriksaan fisik, dan foto&lt;br /&gt;    toraks semuanya normal) setelah 1 tahun maka pasien tersebut dapat berhenti&lt;br /&gt;    menggunakan kontrasepsi dan dapat hamil kembali.&lt;br /&gt;- Bila selama masa observasi, kadar beta  HCG tetap atau meningkat dan pada&lt;br /&gt;    pemeriksaan foto toraks ditemukan adanya tanda-tanda metastasis maka pasien&lt;br /&gt;    harus dievaluasi dan dimulai pemberian kemoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi (1,2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komplikasi mola hidatidosa meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Perdarahan hebat&lt;br /&gt;- Anemis&lt;br /&gt;- Syok&lt;br /&gt;- Infeksi&lt;br /&gt;- Perforasi uterus&lt;br /&gt;- Keganasan (PTG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama perawatan pasien mola hidatidosa sekitar 7 hari apabila tidak ada komplikasi berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Martaadisoebrata. Penyakit serta Kelainan Plasenta dan Selaput Janin dalam&lt;br /&gt;  Wiknyosastro Saifuddin AB, Rachimhadhi T, eds. Ilmu Kebidanan. Ed. III.&lt;br /&gt;  Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 1991. 339-354.&lt;br /&gt;2. Pengurus Besar POGI. Standar Pelayanan Medik Obstetri &amp;amp; Ginekologi. Bag. 1.&lt;br /&gt;  Jakarta : Balai Penerbit FKUI 1995. 41-45.&lt;br /&gt;3. Disaia PJ, Creasman WT, Gestational Trophoblastic Neoplasia. in : Clinical&lt;br /&gt;  Gynecology Oncology 4th ed. Missouri : Mosby Year Book. 1993. 210-237.&lt;br /&gt;4. Cunningham F, Mac. Donald PC, Gant NF. Disease and Abnormalities of the&lt;br /&gt;  Placenta and Fetal Membranes. in : William's Obstetrics 18th ed. Connecticut :&lt;br /&gt;  Appleton &amp;amp; Lange. 1989. 540-553.&lt;br /&gt;5. Martaadisoebrata. Epidemiologi &amp;amp; Perkembangan Penanggulangan Penyakit&lt;br /&gt;  Trofoblas. Bandung : Kanwil Depkes Jawa Barat, Yayasan Kanker Indonesia.&lt;br /&gt;  1987. 11-40.&lt;br /&gt;6. Budi A., Muin A., Lukas E., Djuanna A. Penatalaksanaan Penyakit Trofoblas&lt;br /&gt;  Kehamilan. Makassar : Bagian Obstetri &amp;amp; Ginekologi FKUH UP. 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi, dr. I.M.S. Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-1345004273011419570?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/1345004273011419570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/mola-hidatidosa-oleh-dr-efendi-lukas-dr.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1345004273011419570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1345004273011419570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/mola-hidatidosa-oleh-dr-efendi-lukas-dr.html' title='MOLA HIDATIDOSA'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-3583942041896080343</id><published>2009-03-10T00:50:00.001-07:00</published><updated>2009-03-10T00:55:53.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diagnosis kehamilan'/><title type='text'>DIAGNOSIS KEHAMILAN</title><content type='html'>Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 37 minggu disebut kehamilan prematur sedangkan kehamilan yang lebih 43 minggu disebut kehamilan postmatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1. Kehamilan trimester pertama (0-14 minggu)&lt;br /&gt;2. Kehamilan trimester kedua (14-28 minggu)&lt;br /&gt;3. Kehamilan trimester ketiga (28-42 minggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala kehamilan tidak pasti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Amenore (tidak mendapat haid)&lt;br /&gt; Penting diketahui tanggal dari hari pertama mendapat haid terakhir untuk&lt;br /&gt; menentukan usia kehamilan dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut&lt;br /&gt; Naegele bila siklus haid sekitar 28 hari adalah tanggal dijumlah 7 sedangkan&lt;br /&gt; bulan dikurangi 3.&lt;br /&gt;- Nausea (enek) dengan atau tanpa vomituus (muntah)&lt;br /&gt; Sering terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan, disebut morning&lt;br /&gt; sickness.&lt;br /&gt;- Mengidam (menginginkan makanan atau miinuman tertentu)&lt;br /&gt;- Konstipasi / obstipasi&lt;br /&gt; Ini disebabkan terjadinya penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid.&lt;br /&gt;- Sering kencing&lt;br /&gt; Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan&lt;br /&gt; oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan lalu&lt;br /&gt; timbul lagi pada akhir kehamilan.&lt;br /&gt;- Pingsan dan mudah lelah&lt;br /&gt; Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama&lt;br /&gt; kehamilan lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.&lt;br /&gt;- Anoreksia (tidak ada nafsu makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda kehamilan tidak pasti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pigmentasi kulit&lt;br /&gt; Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih di daerah pipi, hidung dan dahi akibat&lt;br /&gt; pengaruh hormon plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Ini dikenal&lt;br /&gt; sebagai kloasma gravidarum.&lt;br /&gt;- Leukore&lt;br /&gt; Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.&lt;br /&gt;- Epulis (hipertrofi papila gingiva)&lt;br /&gt; Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.&lt;br /&gt;- Perubahan payudara&lt;br /&gt; Payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan&lt;br /&gt; progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola&lt;br /&gt; menghitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum pada&lt;br /&gt; kehamilan lebih 12 minggu.&lt;br /&gt;- Pembesaran abdomen&lt;br /&gt; Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.&lt;br /&gt;- Suhu basal meningkat terus 37,2-37,8 dderajat selsius&lt;br /&gt;- Perubahan organ-organ dalam pelvik :&lt;br /&gt; a. Tanda Chadwick : vagina livid, terjadi pada kehamilan kira-kira 6 minggu.&lt;br /&gt; b. Tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan.&lt;br /&gt; c. Tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.&lt;br /&gt; d. Tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi saat dirangsang. Tanda uterus ini&lt;br /&gt;     khas pada masa kehamilan.&lt;br /&gt;- Tes kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tes kehamilan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Yang banyak dipakai adalah pemeriksaann hormon korionik gonadotropin (hCG)&lt;br /&gt; dalam urin.&lt;br /&gt;- Dasarnya adalah reaksi antigen-antiboddi dengan hCG sebagai antigen.&lt;br /&gt;- Cara yang banyak digunakan adalah hemaaglutinasi.&lt;br /&gt;- Kadar terendah yang dapat terdeteksi aadalah 50 iu/L.&lt;br /&gt;- hCG dapat ditemukan pada hari pertama  haid tidak datang.&lt;br /&gt;- Tes yang dikenal antara lain Test Packk Plus hCG-Urine, Sure Step / Sure Strip,&lt;br /&gt; Evatest, Event test, RST-hCG, Beta Gravindex, dsb.&lt;br /&gt;- Hasil positif palsu dapat diperoleh paada penyakit trofoblas ganas.&lt;br /&gt;- Dulu, reaksi yang biasa digunakan antaara lain reaksi Galli-Mainini, Friedman dan&lt;br /&gt; Ascheim-Zondek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda pasti kehamilan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Terasa bagian janin dan balotemen sertta gerak janin pada palpasi.&lt;br /&gt;- Terdengar bunyi jantung janin (BJJ) paada auskultasi. BJJ dapat terdengar saat&lt;br /&gt; menggunakan stetoskop Laennec pada mulai kehamilan 18-20 minggu&lt;br /&gt; sedangkan Doppler pada mulai 12 minggu.&lt;br /&gt;- Terlihat gambaran janin dengan menggunnakan ultrasonografi (USG) atau scanning.&lt;br /&gt;- Tampak kerangka janin pada pemeriksaann sinar X. Sekarang tidak digunakan&lt;br /&gt; karena dampak radiasi terhadap janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosa banding kehamilan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pseudosiesis, yaitu adanya gejala-gejaala seperti hamil karena adanya keinginan&lt;br /&gt; kuat untuk hamil pada seorang wanita.&lt;br /&gt;- Sistoma ovarii&lt;br /&gt;- Mioma uteri&lt;br /&gt;- Vesika urinaria dengan retensi urin&lt;br /&gt;- Menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-3583942041896080343?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/3583942041896080343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/diagnosis-kehamilan_10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/3583942041896080343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/3583942041896080343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/diagnosis-kehamilan_10.html' title='DIAGNOSIS KEHAMILAN'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-2932678850864434784</id><published>2009-03-10T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:55:22.573-07:00</updated><title type='text'>DIAGNOSIS KEHAMILAN</title><content type='html'>Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 37 minggu disebut kehamilan prematur sedangkan kehamilan yang lebih 43 minggu disebut kehamilan postmatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1. Kehamilan trimester pertama (0-14 minggu)&lt;br /&gt;2. Kehamilan trimester kedua (14-28 minggu)&lt;br /&gt;3. Kehamilan trimester ketiga (28-42 minggu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala kehamilan tidak pasti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Amenore (tidak mendapat haid)&lt;br /&gt;  Penting diketahui tanggal dari hari pertama mendapat haid terakhir untuk&lt;br /&gt;  menentukan usia kehamilan dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut&lt;br /&gt;  Naegele bila siklus haid sekitar 28 hari adalah tanggal dijumlah 7 sedangkan&lt;br /&gt;  bulan dikurangi 3.&lt;br /&gt;- Nausea (enek) dengan atau tanpa vomituus (muntah)&lt;br /&gt;  Sering terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan, disebut morning&lt;br /&gt;  sickness.&lt;br /&gt;- Mengidam (menginginkan makanan atau miinuman tertentu)&lt;br /&gt;- Konstipasi / obstipasi&lt;br /&gt;  Ini disebabkan terjadinya penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid.&lt;br /&gt;- Sering kencing&lt;br /&gt;  Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan&lt;br /&gt;  oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan lalu&lt;br /&gt;  timbul lagi pada akhir kehamilan.&lt;br /&gt;- Pingsan dan mudah lelah&lt;br /&gt;  Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama&lt;br /&gt;  kehamilan lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.&lt;br /&gt;- Anoreksia (tidak ada nafsu makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda kehamilan tidak pasti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pigmentasi kulit&lt;br /&gt;  Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih di daerah pipi, hidung dan dahi akibat&lt;br /&gt;  pengaruh hormon plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Ini dikenal&lt;br /&gt;  sebagai kloasma gravidarum.&lt;br /&gt;- Leukore&lt;br /&gt;  Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.&lt;br /&gt;- Epulis (hipertrofi papila gingiva)&lt;br /&gt;  Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.&lt;br /&gt;- Perubahan payudara&lt;br /&gt;  Payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan&lt;br /&gt;  progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola&lt;br /&gt;  menghitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum pada&lt;br /&gt;  kehamilan lebih 12 minggu.&lt;br /&gt;- Pembesaran abdomen&lt;br /&gt;  Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.&lt;br /&gt;- Suhu basal meningkat terus 37,2-37,8 dderajat selsius&lt;br /&gt;- Perubahan organ-organ dalam pelvik :&lt;br /&gt;  a. Tanda Chadwick : vagina livid, terjadi pada kehamilan kira-kira 6 minggu.&lt;br /&gt;  b. Tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan.&lt;br /&gt;  c. Tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.&lt;br /&gt;  d. Tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi saat dirangsang. Tanda uterus ini&lt;br /&gt;      khas pada masa kehamilan.&lt;br /&gt;- Tes kehamilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tes kehamilan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Yang banyak dipakai adalah pemeriksaann hormon korionik gonadotropin (hCG)&lt;br /&gt;  dalam urin.&lt;br /&gt;- Dasarnya adalah reaksi antigen-antiboddi dengan hCG sebagai antigen.&lt;br /&gt;- Cara yang banyak digunakan adalah hemaaglutinasi.&lt;br /&gt;- Kadar terendah yang dapat terdeteksi aadalah 50 iu/L.&lt;br /&gt;- hCG dapat ditemukan pada hari pertama  haid tidak datang.&lt;br /&gt;- Tes yang dikenal antara lain Test Packk Plus hCG-Urine, Sure Step / Sure Strip,&lt;br /&gt;  Evatest, Event test, RST-hCG, Beta Gravindex, dsb.&lt;br /&gt;- Hasil positif palsu dapat diperoleh paada penyakit trofoblas ganas.&lt;br /&gt;- Dulu, reaksi yang biasa digunakan antaara lain reaksi Galli-Mainini, Friedman dan&lt;br /&gt;  Ascheim-Zondek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda pasti kehamilan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Terasa bagian janin dan balotemen sertta gerak janin pada palpasi.&lt;br /&gt;- Terdengar bunyi jantung janin (BJJ) paada auskultasi. BJJ dapat terdengar saat&lt;br /&gt;  menggunakan stetoskop Laennec pada mulai kehamilan 18-20 minggu&lt;br /&gt;  sedangkan Doppler pada mulai 12 minggu.&lt;br /&gt;- Terlihat gambaran janin dengan menggunnakan ultrasonografi (USG) atau scanning.&lt;br /&gt;- Tampak kerangka janin pada pemeriksaann sinar X. Sekarang tidak digunakan&lt;br /&gt;  karena dampak radiasi terhadap janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosa banding kehamilan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Pseudosiesis, yaitu adanya gejala-gejaala seperti hamil karena adanya keinginan&lt;br /&gt;  kuat untuk hamil pada seorang wanita.&lt;br /&gt;- Sistoma ovarii&lt;br /&gt;- Mioma uteri&lt;br /&gt;- Vesika urinaria dengan retensi urin&lt;br /&gt;- Menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-2932678850864434784?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/2932678850864434784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/diagnosis-kehamilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2932678850864434784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2932678850864434784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/diagnosis-kehamilan.html' title='DIAGNOSIS KEHAMILAN'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-9089057744451550975</id><published>2009-03-10T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:48:39.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obstetri'/><title type='text'>ENDOMETRIOSIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Endometrium&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;- Lapisan dalam dinding kavum uteri, norrmal tidak terdapat di tempat lain.&lt;br /&gt;- Endometrium terdiri atas jaringan ikatt / stroma dan sel-sel selapis kubis yang&lt;br /&gt;   berproliferasi dan menebal setelah haid lalu runtuh pada saat haid.&lt;br /&gt;- Siklus endometrium juga dipengaruhi olleh poros hipotalamus-hipofisis-ovarium.&lt;br /&gt;- Puncak LH hipofisis terjadi 24-36 jam  sebelum ovulasi.&lt;br /&gt;- Estradiol dihasilkan sel teka interna  folikel dan pasca ovulasi sel teka tersebut&lt;br /&gt;   berubah menjadi sel lutein yang menghasilkan progesteron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Endometriosis&lt;/span&gt; adalah pertumbuhan abnormal dari kelenjar dan stroma endometrium di luar uterus. Atau terdapatnya kelenjar atau stroma endometrium di tempat / organ lain selain dinding kavum uteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patogenesis endometrium diterangkan oleh beberapa teori diantaranya teori histogenesis, teori metaplasia coelomik dan teori induksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori histogenesis menerangkan bahwa endometriosis terjadi akibat adanya regurgitasi tuba epitel menstruasi - implantasi jaringan endometrium pada tempat abnormal tersebut. Faktor determinasi yang diperkirakan abnormal adalah regurgitasi darah haid / menstruasi retrograd (darah haid yang tidak keluar melalui serviks mengalir ke tuba - ovarium dan keluar ke rongga peritoneum) kemudian tumbuh berkembang karena organ yang ditempati tidak mengadakan reaksi penolakan (karena bukan benda asing / antigen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori histogenesis&lt;/span&gt; : transplantasi, metastasis limfatik / vaskuler. Faktor determinasi adalah respon imunologik yang rendah, faktor genetik, status hormon steroid dan hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori metaplasia coelomik &lt;/span&gt;: menerangkan pertumbuhan endometrium di vagina padahal tidak ada hubungan vaskularisasi antara keduanya. Diperkirakan primer berasal dari sisa jaringan yang terdapat sejak perkembangan embrionik (saluran Muller). Demikian juga pada organ-organ yang berasal dari saluran Muller lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori induksi&lt;/span&gt; : lanjutan dari teori metaplasia, diperkirakan faktor biokimia endogen menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak berdiferensiasi menjadi jaringan endometrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Operasi Uterus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Misalnya miomektomi atau seksio sesar) dapat terjadi lapisan endometrium melekat atau terjahit dengan miometrium kemudian tumbuh menjadi endometriosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang diterima akhirnya adalah patogenesis multifaktorial : genetik, imunologi, endokrin dan mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Endometriosis : "the disease of many theoris in gynecology" seperti halnya dengan pre eklampsia pada obstetri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemungkinan lokasi endometriosis&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;- Endometriosis interna : dibagian lain  uterus misalnya serviks dan isthmus.&lt;br /&gt;- Endometriosis eksterna : di luar uteruus.&lt;br /&gt;- Adenomiosis : endometrium di dalam lappisan miometrium.&lt;br /&gt;- Endometrioma : endometrium dalam ovariium - kista coklat.&lt;br /&gt;- Pada organ / tempat lain misalnya di ppermukaan / dinding usus, cavum Douglasi,&lt;br /&gt;   ligamen-ligamen, dan sebagainya. Jaringan endometrium ektopik ini&lt;br /&gt;   berproliferasi, infiltrasi dan menyebar ke organ-organ tubuh. Ditemukan 20-25 % pada&lt;br /&gt;   laparatomi pelvis. Terbanyak ditemukan pada usia 30-40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan endometrium di tempat lain dapat menimbulkan reaksi inflamasi. Pada haid dapat menimbulkan sakit hebat karena :&lt;br /&gt;- Perdarahan intraperitoneal.&lt;br /&gt;- Perlengketan (tertahan pada pergerakann).&lt;br /&gt;- Akut abdomen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Endometriosis peritoneum &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;- Warna merah (aktif/baru) atau coklat hhitam (sudah lisis) atau putih (fibrosis).&lt;br /&gt;- Dapat hipervaskuler (lesi aktif) atau  avaskuler (lesi baru atau fibrosis).&lt;br /&gt;- Permukaan rata atau menonjol atau iregguler.&lt;br /&gt;- Letak superfisial (di permukaan organ  / peritoneum) atau profunda (invasif ke&lt;br /&gt;   organ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lokalisasi sering :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Ovarium, biasanya bilateral (65%).&lt;br /&gt;- Lapisan serosa uterus, peritoneum pelvvis.&lt;br /&gt;- Kolon sigmoid / kavum Douglasi, ligameentum sakrouterinoma / latum, tuba&lt;br /&gt;   Fallopii.&lt;br /&gt;- Vagina, serviks, dan usus.&lt;br /&gt;- Paru, mukosa vesika uterina / saluran  kemih, umbilikus, ginjal dan kaki (jarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala dan tanda klinik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Nyeri pelvis / abdomen difus pada lokaasi tertentu.&lt;br /&gt;- Teraba nodul atau nyeri pada ligamentuum sakrouterina, dinding belakang uterus&lt;br /&gt;   dan cavum Douglasi.&lt;br /&gt;- Gerakan terbatas &amp;amp; nyeri pada genitaliia interna.&lt;br /&gt;- Uterus retroversi dan terfiksasi.&lt;br /&gt;- Teraba massa tumor dan nyeri tekan di  adneksa.&lt;br /&gt;- Dinding forniks posterior vagina memenndek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan penunjang diagnostik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Ultrasonografi : gambaran bintik-bintiik salju&lt;br /&gt;- Laparatomi / laparaskopik.&lt;br /&gt;- Assay Ca 125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penampilan endometriosis :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Infertilitas primer (26-39 %)&lt;br /&gt;- Infertilitas sekunder (12-25 %)&lt;br /&gt;- Nyeri panggul kronik (4-65 %)&lt;br /&gt;- Dismenorhea (7-32 %)&lt;br /&gt;- Massa / kista ovarium (10-35 %)&lt;br /&gt;- Bercak / spotting pre menstruasi (35 %%)&lt;br /&gt;- Nyeri akut abdomen, ileus obstruktif,  kolik ureter (jarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu sering terdapat keluhan dispareunia, tumor pelvik, gangguan haid, nyeri perut saat defekasi (diskezia) dan nyeri pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosa banding&lt;/span&gt; : tumor ovarium, mioma multipel, karsinoma rektum, penyakit radang panggul dan metastasis tumor di cavum Douglasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klasifikasi Endometriosis Acosta 1973&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Ringan :&lt;br /&gt;    - Endometriosis menyebar tanpa perlekatan pada anterior atau posterior cavum&lt;br /&gt;       Douglasi / permukaan ovarium / peritoneum pelvis.&lt;br /&gt;2. Sedang :&lt;br /&gt;    - Endometriosis pada 1 atau kedua ovarium disertai parut dan retraksi atau&lt;br /&gt;       endometrioma kecil.&lt;br /&gt;    - Perlekatan minimal juga di sekitar ovarium yang mengalami endometriosis.&lt;br /&gt;    - Endometriosis pada anterior atau posterior cavum Douglasi dengan parut dan&lt;br /&gt;       retraksi atau perlekatan tanpa implantasi di kolon sigmoid.&lt;br /&gt;3. Berat :&lt;br /&gt;    - Endometriosis pada 1 atau 2 ovarium ukuran lebih dari 2 x 2 cm2.&lt;br /&gt;    - Perlekatan 1 atau 2 ovarium / tuba fallopii / cavum Douglasi karena&lt;br /&gt;       endometriosis.&lt;br /&gt;    - Implantasi / perlekatan usus dan / atau traktus urinarius yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penatalaksanaan Endometriosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;- Terapi medikamentosa untuk supresi horrmon.&lt;br /&gt;- Intervensi surgikal untuk membuang impplant endometriosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objektif :&lt;br /&gt;- Kontrol nyeri pelvik kronik (terapi obbat saja).&lt;br /&gt;- Penatalaksanaan infertilitas (terapi oobat dan pembedahan).&lt;br /&gt;- Penataksanaan endometrioma (terapi pemmbedahan).&lt;br /&gt;- Tumor ekstragenital / ekstrapelvik (teerapi obat dan pembedahan).&lt;br /&gt;- Pencegahan kekambuhan (terapi optimaliisasi pra bedah).&lt;br /&gt;- Penatalaksanaan asimptomatik (obat horrmonal / non hormonal), bedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan hormonal :&lt;br /&gt;- Progesteron : MDPA&lt;br /&gt;- Danazol (17-alfa-etinil-testosteron)&lt;br /&gt;- Kombinasi estrogen-progesteron : pil kkontrasepsi.&lt;br /&gt;- Anti progestasional : etilnorgestrienoon / gestrinon.&lt;br /&gt;- Agonis GnRH : leuprolid asetat, gosereelin, buserelin asetat, nafarelin, histrelin,&lt;br /&gt;   lutrelin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang diharapkan :&lt;br /&gt;- Progesteron (medroxyprogesteron) : dessidualisasi dan atrofi endometrium serta&lt;br /&gt;   inhibitor gonadotrofik yang kuat.&lt;br /&gt;- Kombinasi estrogen / progesteron (pil  kontrasepsi) : "pseudo pregnancy",&lt;br /&gt;   desidualisasi dan pertumbuhan endometrium diikuti atrofi endometrium.&lt;br /&gt;- Antiprogestasional : anti progestogeniik dan estrogenik melalui aktivasi degradasi&lt;br /&gt;   enzim lisosomal sel.&lt;br /&gt;- GnRH agonist : menyebabkan kadar estroogen menurun seperti pada saat&lt;br /&gt;   menopause.&lt;br /&gt;- Testosteron : mensupresi LH &amp;amp; FSH, mennghambat pertumbuhan endometriosis.&lt;br /&gt;- Untuk terapi nyeri dapat digunakan inhhibitor prostaglandin-sintetase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat yang sekarang banyak dipakai dan dikembangkan : agonis GnRH.&lt;br /&gt;Mekanismenya : suplai hormon - internalisasi - dikenali oleh mRNA - sintesis protein.&lt;br /&gt;GnRH : hormon untuk menghasilkan gonadotropin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agonis GnRH : regulasi luluh reseptor GnRH pada sel gonadotropin hipofisis.&lt;br /&gt;- Penekanan sekresi dan sintesis FSH dann LH hipofisis.&lt;br /&gt;- Supresi ovarium : hambatan pematangan  folikel dan hambatan produksi estradiol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan hipoestrogenisme akan menghambat pertumbuhan berlebihan jaringan endometriosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sekitar 24 minggi, GnRH agonis akan memberikan efek :&lt;br /&gt;1. Amenorhea&lt;br /&gt;2. Gangguan reseptor estrogen (misalnya payudara mengecil).&lt;br /&gt;3. Gangguan psikis atau neurologis.&lt;br /&gt;4. Gangguan dalam hubungan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan surgikal : untuk membersihkan fokus / implant endometriosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Permasalahan seputar endometriosis :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Prevalensi - faktor predisposisi.&lt;br /&gt;- Mekanik (peningkatan tekanan intraabdoominal / intrauterin, pencetus regurgitasi.&lt;br /&gt;- Implantasi pasca retrograd menstruasi..&lt;br /&gt;- Imunitas.&lt;br /&gt;- Perlindungan terhadap kesehatan kerja  : efisiensi, kenyamanan kerja.&lt;br /&gt;- Peningkatan biaya pengobatan / perawattan kesehatan (health-cost maintenance).&lt;br /&gt;- Masalah kesehatan reproduksi di masa ddepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;- Tidak menunda kehamilan.&lt;br /&gt;- Tidak melakukan kerokan / kuret pada wwaktu haid.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan ginekologi teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Vasateam. Catatan Kuliah Obstetri &amp;amp; Ginekologi Plus. Jakarta. 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-9089057744451550975?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/9089057744451550975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/endometriosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/9089057744451550975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/9089057744451550975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/endometriosis.html' title='ENDOMETRIOSIS'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-1125703057790207156</id><published>2009-03-10T00:42:00.001-07:00</published><updated>2009-03-10T00:44:53.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obstetri'/><title type='text'>perdarahan uterus abnormal</title><content type='html'>Secara umum, penyebab perdarahan uterus abnormal adalah kelainan organik (tumor, infeksi), sistemik (kelainan faktor pembekuan), dan fungsional alat reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipermenore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipermenore adalah perdarahan haid yang jumlahnya banyak, ganti pembalut 5-6 kali per hari, dan lamanya 6-7 hari. Penyebabnya adalah kelainan pada uterus (mioma, uterus hipoplasia atau infeksi genitalia interna), kelainan darah, dan gangguan fungsional. Keluhan pasien berupa haid yang banyak. Pada setiap wanita berusia 35 tahun harus dilakukan kuretase diagnostik untuk menyingkirkan keganasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipomenore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipomenore adalah perdarahan haid yang jumlahnya sedikit, ganti pembalut 1-2 kali per hari, dan lamanya 1-2 hari. Penyebabnya adalah kekurangan estrogen &amp;amp; progesteron, stenosis himen, stenosis serviks uteri, sinekia uteri (sindrom Asherman). Sinekia uteri didiagnosis dengan histerogram atau histeroskopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metroragia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Penyebabnya adalah kelainan organik (polip endometrium, karsinoma endometrium, karsinoma serviks), kelainan fungsional dan penggunaan estrogen eksogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menoragia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak. Penyebab dan pengobatan kasus ini sama dengan hipermenorea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amenore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak haid lebih dari 3 bulan baru dikatakan amenore, diluar amenore fisiologik. Penyebabnya dapat berupa gangguan di hipotalamus, hipofisis, ovarium (folikel), uterus (endometrium) dan vagina. Kasus-kasus yang harus dikirim ke dokter ahli adalah adanya tanda-tanda kelaki-lakian (maskulinisasi), adanya galaktorea, cacat bawaan, uji estrogen &amp;amp; progesteron yang negatif, adanya penyakit lain (tuberkulosis, penyakit hati, diabetes melitus, kanker), infertilitas atau stress berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anamnesis yang perlu dicari adalah usia menars, pertumbuhan badan, adanya stress berat, penyakit berat, penggunaan obat penenang, peningkatan atau penurunan berat badan yang mencolok. Pemeriksaan ginekologik yang dilakukan adalah pemeriksaan genitalia interna / eksterna. Pemeriksaan penunjang berupa uji kehamilan dan uji progesteron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-1125703057790207156?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/1125703057790207156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-uterus-abnormal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1125703057790207156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/1125703057790207156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/perdarahan-uterus-abnormal.html' title='perdarahan uterus abnormal'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-7452805174185957760</id><published>2009-03-10T00:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:15:22.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obstetri'/><title type='text'>pengertian Obstetri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Obstetri&lt;/span&gt; merupakan cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya (Oxford English Dictionary, 1933). Obstetri terutama membahas tentang fenomena dan penatalaksanaan kehamilan, persalinan puerperium baik pada keadaan normal maupun abnormal. Nama lain obstetri adalah mid wifery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tujuan obstetri&lt;/span&gt; yaitu agar supaya setiap kehamilan yang diharapkan dan berpuncak pada ibu dan bayi yang sehat. Juga berusaha keras mengecilkan jumlah kematian wanita dan bayi sebagai akibat proses reproduksi atau jumlah kecacatan fisik, intelektual dan emosional yang diakibatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Statistik Vital Obstetri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Statistik vital obstetri meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kelahiran&lt;br /&gt;2. Angka kelahiran&lt;br /&gt;3. Angka fertilitas&lt;br /&gt;4. Kelahiran hidup&lt;br /&gt;5. Lahir mati (still birth)&lt;br /&gt;6. Kematian neonatal&lt;br /&gt;7. Angka lahir mati&lt;br /&gt;8. Angka kematian janin (sama dengan angka lahir mati)&lt;br /&gt;9. Angka kematian neonatal&lt;br /&gt;10. Angka kematian perinatal&lt;br /&gt;11. Berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;12. Bayi cukup bulan (term infant)&lt;br /&gt;13. Bayi kurang bulan (prematur)&lt;br /&gt;14. Bayi lewat bulan (post term)&lt;br /&gt;15. Abortus&lt;br /&gt;16. Kematian ibu langsung (direct maternal death)&lt;br /&gt;17. Kematian ibu tak langsung (indirect maternal death)&lt;br /&gt;18. Kematian non maternal&lt;br /&gt;19. Angka kematian ibu atau mortalitas ibu (maternal death rate atau maternal&lt;br /&gt;    mortality).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelahiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelahiran&lt;/span&gt; adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Kelahiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Angka kelahiran&lt;/span&gt; adalah jumlah kelahiran per 1000 penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Fertilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Angka fertilitas&lt;/span&gt; adalah jumlah kelahiran hidup per 1000 populasi wanita usia 15-44 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelahiran Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanda utama kelahiran hidup&lt;/span&gt; adalah neonatus dapat bernapas. Tanda-tanda kehidupan lainnya meliputi denyut jantung dan gerakan spontan yang jelas dari otot volunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir Mati (Still Birth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir mati ditandai oleh tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan pada saat atau setelah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Neonata&lt;/span&gt;l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian neonatal terdiri atas kematian neonatal dini dan kematian neonatal lanjut. Kematian neonatal dini adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup dalam 7 hari setelah kelahiran. Kematian neonatal lanjut adalah kematian seorang bayi yang dilahirkan hidup lebih 7 hari sampai kurang 29 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Lahir Mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka lahir mati adalah jumlah bayi yang dilahirkan mati per 1000 bayi yang lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Kematian Neonata&lt;/span&gt;l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kematian neonatal adalah jumlah kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Kematian Perinatal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kematian perinatal adalah jumlah bayi lahir mati ditambah kematian neonatal per 1000 kelahiran total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berat Badan Lahir Rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat badan lahir rendah adalah berat badan lahir kurang 2500 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi Cukup Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi cukup bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan 37-42 minggu atau 260-294 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi Kurang Bulan (Prematur)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi kurang bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan kurang 37 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi Lewat Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi lewat bulan adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan lebih 42 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abortus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abortus adalah pengambilan atau pengeluaran janin atau embrio dari uterus selama paruh pertama masa kehamilan (20 minggu atau kurang) atau berat badan lahir kurang 500 gram atau panjang badan lahir 25 cm atau kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Ibu Langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian ibu langsung disebabkan komplikasi obstetri dari kehamilan, persalinan atau puerperium dan akibat intervensi, kelahiran, dan terapi tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Ibu Tak Langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian ibu tak langsung disebabkan oleh penyakit yang timbul selama kehamilan, persalinan atau puerperium dan diperberat oleh adaptasi fisiologis ibu terhadap kehamilan. Misalnya kematian ibu karena komplikasi stenosis mitral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Non Maternal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian non maternal disebabkan oleh kecelakaan atau faktor kebetulan yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angka Kematian Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat proses reproduktif per 100.000 kelahiran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebab-sebab umum kematian ibu yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Perdarahan&lt;br /&gt;2. Hipertensi&lt;br /&gt;3. Infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perdarahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas perdarahan post partum, perdarahan berkaitan abortus, perdarahan akibat kehamilan ektopik, perdarahan akibat lokasi plasenta abnormal atau ablasio plasenta (plasenta previa dan absupsio plasenta), dan perdarahan karena ruptur uteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipertensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipertensi yang dapat menyebabkan kematian ibu terdiri atas hipertensi yang diinduksi kehamilan dan hipertensi yang diperberat kehamilan. Hipertensi umumnya disertai edema dan proteinuria (pre eklamsia). Pada kasus berat disertai oleh kejang-kejang dan koma (eklamsia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Infeksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi nifas atau infeksi panggul post partum biasanya dimulai oleh infeksi uterus atau parametrium tetapi kadang-kadang meluas dan menyebabkan peritonitis, tromboflebitis dan bakteriemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alasan menurunnya angka kematian ibu&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;- Transfusi darah&lt;br /&gt;- Anti mikroba&lt;br /&gt;- Pemeliharaan cairan elektrolit, keseimbanngan asam-basa pada komplikasi-&lt;br /&gt;  komplikasi serius kehamilan dan persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian reproduktif&lt;/span&gt; adalah kematian akibat kehamilan dan penggunaan teknik-teknik untuk mencegah kehamilan (teknik kontrasepsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Perinatal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian neonatus yang terbanyak adalah :&lt;br /&gt;1. Berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;2. Cedera susunan saraf pusat akibat hipoksia in utero dan cedera traumatik&lt;br /&gt;   selama persalinan dan kelahiran&lt;br /&gt;3. Malformasi kongenital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update : 26 Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cunningham, Mac Donald, Gant. Obstetri Williams, ed. ke-18. dr. Joko Suyono &amp;amp; dr. Andry Hartono (penerj.). Jakarta : EGC.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-7452805174185957760?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/7452805174185957760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pengertian-obstetri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7452805174185957760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7452805174185957760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pengertian-obstetri.html' title='pengertian Obstetri'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-7852852784629928586</id><published>2009-03-09T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:16:39.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anatomi'/><title type='text'>anatomi alat reproduksi wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JWMUEFPV-ZY/SbUmZ5FzuhI/AAAAAAAAAAM/Y8oQ5hJ0aoo/s1600-h/vagina_wanita.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JWMUEFPV-ZY/SbUmZ5FzuhI/AAAAAAAAAAM/Y8oQ5hJ0aoo/s320/vagina_wanita.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311193561817135634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anatomi Alat Reproduksi Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alat reproduksi sendiri adalah bagian-bagian tubuh kita yang berfungsi dalam melanjutkan keturunan. Alat reproduksi wanita berbeda dengan alat reproduksi laki-laki. Di artikel ini kita akan lebih khusus membahas alat reproduksi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat reproduksi wanita terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam dan luar. Bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Bibir kemaluan (labia mayora), yaitu daerah yg berambut, berfungsi sebagai pelindung dan menjaga agar bagian dalam tetap lembab.&lt;br /&gt;• Bibir dalam kemaluan (labia minora), yaitu daerah yang tidak berambut dan memiliki jaringan serat sensorik yang luas yang sangat peka karena mengandung ujung syaraf.&lt;br /&gt;• Vagina, yaitu rongga penghubung antara alat reproduksi wanita bagian luar dan dalam.&lt;br /&gt;Sementara itu alat reproduksi wanita bagian luar memiliki fungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Vagina bagian luar, yang merupakan jalan keluar bagi darah haid dan jalan keluar ketika bayi lahir (sifatnya sangat lentur sehinggga bayi dapat keluar melalui vagina).&lt;br /&gt;• Leher rahim (cervix), yang merupakan penghubung antara vagina dan rahim.&lt;br /&gt;• Rahim (uterus), tempat dimana sel telur yang sudah dibuahi tumbuh dalam rahim selama kehamilan. Bila telur tidak dibuahi, maka sel telur menempel ke dinding rahim. Selanjutnya dinding rahim menebal lalu luruh dan mengalir keluar dalam bentuk darah. Inilah yang disebut haid (menstruasi).&lt;br /&gt;• Saluran telur (tuba falopii), yaitu dua saluran yang terletak sebelah kanana dan kiri rahim yang berfungsi sebagai penghubung rongga rahim dan indung telur.&lt;br /&gt;• Dua buah indung telur ( ovarium), berfungsi memproduksi sel telur dan hormon peremputan yaitu estrogen dan progesterone. Atas pengaruh hormon, sebanyak satu sampai dua sel telur masak setiap bulan , lalu dilepaskan ke dinding rahim. Dinding rahim ini akan menebal, yang sebetulnya berguna sebagai tempat sel telur bersarang setelah dibuahi.&lt;br /&gt;Nah… apakah tanda-tanda kematangan alat reproduksi wanita? Kematangan alat reproduksi wanita ditandai oleh terjadinya haid pertama, yaitu disebut menarche. Biasanya kita menyebut anak remaja wanita yang demikian sudah akil baligh, yang dimulai sekitar umur 8-12 tahun. Bila seorang wanita sudah mengalami menarche, itu artinya tubuhnya sudah menghasilkan sel telur yang bisa dibuahi sperma yang dihasilkan oleh tubuh laki-laki, dan dapat menyebabkan terjadinya kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Letak G-Spot Wanita&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JWMUEFPV-ZY/SbUnaVC6qCI/AAAAAAAAAAU/6ZCxxclj9MM/s1600-h/letak_gspot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 287px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JWMUEFPV-ZY/SbUnaVC6qCI/AAAAAAAAAAU/6ZCxxclj9MM/s320/letak_gspot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311194668832827426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain alat reproduksi tadi, Anda juga perlu mengenali satu area lagi yang sering disebut G-Spot. G-Spot (Grafenberg Spot) saat ini sering dibahas di berbagai media. Katanya, titik G-Spot ini adalah sebuah ruang sempit dibalik tulang pubis wanita ini yang apabila tersentuh akan memberikan sensasi yang luarbiasa.&lt;br /&gt;Titik G-Spot dapat ditemukan dengan memasukkan jari-jari ke dalam Vagina dengan telapak tangan menghadap ke depan. Dengan menyentuh dan memainkan bagian ini dengan perlahan, dapat membuat pasangan wanita multiple orgasme. G Spot juga dapat terstimulasi dengan baik saat bercinta dengan posisi doggy style atau spooning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah…berbekal pengetahuan anatomi tubuh dan alat reproduksi, tentunya Anda kini dapat mempersiapkan diri untuk menikmati saat-saat indah bersama. Jangan takut untuk mencoba dan mengekplorasi tubuh pasangan, karena kreativitas memang merupakan elemen yang sangat penting untuk membina hubungan intim yang senantiasa penuh gairah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-7852852784629928586?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/7852852784629928586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/anatomi-alat-reproduksi-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7852852784629928586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7852852784629928586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/anatomi-alat-reproduksi-wanita.html' title='anatomi alat reproduksi wanita'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JWMUEFPV-ZY/SbUmZ5FzuhI/AAAAAAAAAAM/Y8oQ5hJ0aoo/s72-c/vagina_wanita.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-5144410989026046124</id><published>2009-03-07T22:32:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T22:33:23.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mikrobiologi'/><title type='text'>Mikrobiologi</title><content type='html'>&lt;span&gt;Mikrobiologi  merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari jasad-jasad renik. &lt;/span&gt;Mikrobiologi berasal dari bahasa yunani (micros: kecil, bios: hidup, dan logos: pengetahuan) sehingga secara singkat dapat diartikan bahwa mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil. Makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil tersebut disebut juga dengan mikroorganisma, mikrobia,mikroba, jasad renik atau protista. &lt;p&gt;&lt;span id="more-60"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Beberapa aspek yang dibahas dalam mikrobiologi, anatara lain mengkaji tentang&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;karakteristik sel hidup dan bagaimana mereka melakukan kegiatan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;karakteristik mikroorganisme, suatu kelompok organisme penting yang  mampu hidup bebas, khususnya bakteri.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;keanekaragaman dan evolusi, membahas perihal bagaimana dan mengapa  muncul macam-macam mikroorganisme.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="es-ES"&gt;keberadaan mikroorganisme pada tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;peranan mikrobiologi sebagai dasar ilmu pengetahuan biologi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;bagaimana memahami karakteristik mikroorganisme dapat membantu dalam memahami proses-proses biologi organisme yang lebih besar termasuk manusia.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mikroorganisma tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan biotic maupun lingkungan abiotik dari suatu ekosistem karena berperan sebagai pengurai. Oleh karena itu organisme yang hidup di dalam tanah berperan aktif dalam proses-proses pembusukan, humifikasi dan mineralisasi. Ada juga mikroorganisme tertentu yang dapat mengikat zat lemas (N) dari udara bebas sehungga dapat menyuburkan tanah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan minyak bumi di dasar-dasar samudra sampai proses pembuatan tempe, semuanya merupakan ‘pekerjaan’ mikroorganisme. Bukan Cuma itu, sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam pembuatan antibiotika, berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika modern. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dengan semakin majunya teknologi mikroskop, semakin mendukung perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang ilmu ini semakin luas dan mendalam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi beberapa cabang, seperti mikrobiologi pertanian, mikrobiologi kedokteran/medis, mikrobiologi lingkungan dan lain-lain. Pembagian ini bertujuan untuk mengakomodir perkembangan nikrobiologi yang pesat dan besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganime di dalam kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Mikrobiologi dalam kehidupan telah diterapkan di banyak sekali sektor kehidupan, yang paling mashur adalah di bidang pangan; pembuatan tempe, bir, tape, keju dan lain-lain, di bidang kedokteran; telah banyak dihasilkan berbagai jenis serum dan antibiotika dari mikrobia, di bidang lingkungan mikroba telah menjadi bahasan penting, dan banyak lagi di bidang-bidang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Cakupan mikrobiologi dalam kehidupan sangatlah luas, dikarenakan hampir semua sektor kehidupan melibatkan mikrobia di dalamnya, seperti yang telah dijelaskan di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;semoga ini memjadi awalan untuk artikle-artikel tentang mikrobiologi, kami juga menharapkan bantuan dan koreksi jika saja disini terdapat banyak konsep-konsep yang kurang tepat atau tambhannya jika kurang lengkap!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-5144410989026046124?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/5144410989026046124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/mikrobiologi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/5144410989026046124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/5144410989026046124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/mikrobiologi.html' title='Mikrobiologi'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-4202420625798462291</id><published>2009-03-05T22:48:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T22:49:56.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sectio Caesarea'/><title type='text'>Syarat Sectio Caesarea</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Uterus dalam keadaan utuh ( karena pada SC, uterus akan diinsisi ). Jika terjadi Rupture uteri, maka operasi yang dilakukan adalah Laparotomi, dan tidak disebut sebagai SC, meskipun pengeluaran janin juga dilakukan per abdominan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berat janin diatas 500 gram.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-4202420625798462291?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/4202420625798462291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/syarat-sectio-caesarea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/4202420625798462291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/4202420625798462291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/syarat-sectio-caesarea.html' title='Syarat Sectio Caesarea'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-6886321457081434337</id><published>2009-03-05T22:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T22:47:16.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Istilah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sectio Caesarea'/><title type='text'>Jenis-jenis Operasi Sectio Caesarea</title><content type='html'>1. Abdomen ( Sectio Caesarea Abdomalis )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.&lt;/span&gt; Sectio Caesarea Transperitonealis.&lt;br /&gt;SC Klasik atau Corporal ( dengan insisi memanjang pada korpus uteri ) dilakukan dengan      membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10cm.&lt;br /&gt;Kelebihan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Mengeluarkan janin dengan cepat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sayatan braf diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Infeksi mudah menyebar secara intra abdomal karena tidak ada Reperitonealis yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Untuk persalinan berikutnya lebih sering terjadi Ruptur uteri spontan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;SC ismika atau profundal ( Low Servical dengan insisi pada SBR )&lt;br /&gt;Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada SBR ( Low Servical Transversal ) kira-kira 10 cm.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Penjahitan luka lebih mudah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penutupan luka dengan Reperitonealisasi yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pendarahan tidak terlalu banyak&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kemungkinan Repture uteri spontan berkurangatau lebih kecil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luka dapat melebar ke kiri, kanan, dan bawah sehingga dapat menyebabkan arteri uterina putus sehingga mengakibatkan pendarahan yang banyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;B. SC Ekstra Peritonealis&lt;br /&gt;yaitu tanpa membuka Peritonium Perietalis dengan demikian tidak membuka Cavum abdominal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Vagina ( Section Caesarea Vaginalis )&lt;br /&gt;Menurut sayatan pada rahim, SC dapat dilakukan sbb :&lt;br /&gt;a) Sayatan memanjang ( longitudinal )&lt;br /&gt;b) Sayatan melintang ( transversal )&lt;br /&gt;c) Sayatan huruf T  ( T insicion )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-6886321457081434337?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/6886321457081434337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/jenis-jenis-operasi-sectio-caesarea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6886321457081434337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/6886321457081434337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/jenis-jenis-operasi-sectio-caesarea.html' title='Jenis-jenis Operasi Sectio Caesarea'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-2845775746374483521</id><published>2009-03-05T22:29:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T22:33:57.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Istilah'/><title type='text'>Pengertian Sectio Caesarea</title><content type='html'>Istilah Sectio Caesarea berasal dari perkataan latin yaitu Caedere yang artinya memotong. Maka Sectio Caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu Histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-2845775746374483521?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/2845775746374483521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pengertian-sectio-caesarea.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2845775746374483521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/2845775746374483521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pengertian-sectio-caesarea.html' title='Pengertian Sectio Caesarea'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2453969776968693115.post-7195583486923711495</id><published>2009-03-05T22:23:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T22:28:37.796-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mukadimah'/><title type='text'>Pendahuluan</title><content type='html'>Dewasa ini Sectio Caesarea jauh lebih aman dari pada dulu, berkat kemajuan dalam antibiotika, transfuse darah, anestesi dan teknik operasi yang lebih sempurna. Karena itu saat ini ada kecenderungan untuk melakukan operasi SC tanpa dasar indikasi yang cukup kuat. Sehingga peningkatan angka persalinan Caesar bebarapa tahun belakangan tidak dijelaskan dengan manfaat yang jelas untuk bayi dan ibu. Oleh karena itu, perlu diberikan informasi kepada ibu dan pelayanan kesehatan mengenai resiko potensi individu dan manfaat yang berkaitan dengan persalinan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut temuan sebuah study di America Latin, dibandingkan dengan persalinan normal, persalinan Sectio Caesarea memiliki dua kali lipat resiko komplikasi dan kematian baik pada bayi dan ibu. Jika janin normal, posisi kepala dibawah. Namun demikian jika janin posisi terbalik, posisi melingkang maka manfaat persalinan normal melebihi resikonya. Pada kebalikan diamati ketika janin dalam malposisi dan indikasi ibu panggul sempit atau adanya disproporsi sefalopelvik saat persalinan. Dibandingka dengan persalinan normal, resiko kematian bayi dapat berkurang dalam persalianan SC yang direncanakan sebesar 45% dan 31% dalam persalinan SC saat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun perlu diingat, bahwa seorang wanita yang telah mengalami operasi SC akan menimbulkan cacat dan perut pada rahim yang dapat membahayakan kehamilan dan persalinan berikutnya, walaupun bahaya tersebut relative kecil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2453969776968693115-7195583486923711495?l=akademibidan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akademibidan.blogspot.com/feeds/7195583486923711495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pendahuluan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7195583486923711495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2453969776968693115/posts/default/7195583486923711495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akademibidan.blogspot.com/2009/03/pendahuluan.html' title='Pendahuluan'/><author><name>Akbid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13305485563460820051</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
